//
you're reading...
Sajak Gelap

Pergantian Millenium 2

PERJALANAN I

Dentang lonceng menandai kudusnya malam
Senandung pujian bergema. Berucap panjaga Tuhan:

Dengan nama keilahian manusia, hentikan pertumpahan darah, hentikan nafsu amarah merajalela.
Atas nama perdamaian dan kemanusiaan, sebarkanlah pesan Tuhan ke bilik-bilik terkecil derita manusia yang hina dan terhina.
Demi kesucian Tuhan, basuh dan sucikanlah jiwa-jiwa yang merana terbuang, lepaskan mereka dari kubangan lumpur hidup dan pancarkan sinar terang,

Masih terdengar nyanyian itu
Masih pula retorika suci itu menusuk ulu hati
Seperti khutbah-khutbah jum’at di masjid yang kering
Melambai-lambai di angkasa tak pernah menghinggapi kesadaran bumi

Masih saja terngiang-ngiang mengumandang
Menyusup ke lorong-lorong, kampung-kampung kumuh, pinggir kali dan tepian sampah
Menjelajahi selimut malam yang nyenyak terlena

Menjelang tengah malam
Di sebuah dipan reot
Di sebuah trotoar kotor dan sepi

Wajah isa hadir
Tertunduk sayu meninabobokan seorang bocah yatim kurus dan dekil yang tertidur di pangkuannya
Menghibur gelandangan yang gelisah menyesali hidupnya
Bersama sejuta malaikat sejuta rahmat

Muhammad mengetuk pintu hamba yang meratap terisak dalam do’a
Membasuh peluh pekerja yang lelap dilena lelah
Memberi penawar umatnya yang terjebak dosa

Isa Muhammad hadir
Menemani mereka yang diburu dosa dan kematian
Bersemayam di hati yang teriris terluka
Menuntun mereka ke padang cahaya

Isa Muhammad ada…
Jauh dari keramaian
Jauh di kesunyian
Berkhalwat di kegelapan malam
Di gua-gua persembunyian hati manusia

Condongcatur, 29 Desember 1999

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: