//
you're reading...
Sajak Gelap

Sajak Gelap

“……………………?”

Lahir dari rahim kegelapan
Menetek saripati sampah dan air mata
Tumbuh di belantara liar licin berbisa
Hari-hari sudah memudar seperti senja
Siang adalah angan dan mimpi berkepanjangan
Malam habis membelantara Hanya purnama perangkum gelisah
Sebab. Matahari menyengat hati

Menganyam mimpi
Berdamping bidadari semampai
Detik beringsut, awan bergelayut
Dengan sangkur kesadaran, kematian merenggut berkali-kali.
Mengubur mimpi dalam jaga.
Segera menyergap gelisah menyekat tak bersuara

Compang-camping menghampiri matahari
Terbakar. Terkapar.
Terlempar ke tepi malam
Purnama menyeka air mata
Seolah mengerti
Mencahaya lekuk relung remang terdalam
Memuncak tak terkira.

Kembali menantang matahari
Mata jalang beradu inti
Porak poranda terburai ke tanah
Menyatu bumi bermandi cahaya.
Sebab Hanya purnama perangkum gelisah.
Hanya purnama.

Condongcatur, 1 Januari 2000

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

4 thoughts on “Sajak Gelap

  1. pak puisi ini bener” gelap
    sampe ga keliatan ujung pangkalnya
    kapan ” jelasin dong pak !!!

    Posted by hanna | Desember 22, 2006, 8:38 am
  2. Sastra apa pun bentuknya, setelah terlempar ke publik adalah hak publik untuk memaknainya, tak layak bagi sang penulis menerjemahkannya, membeberkan apa latar, sejarah dan proses kreatifnya terjadi.

    Dari sisi aku, selaku “orang lain”, sebenarnya sederhana, ideologinya terlihat kental, kasian memang “penulisnya” saat itu.

    Bagiku, sajak itu mewakili KESIA-SIAAN seorang anak manusia, menghampiri hidupnya, mengisi relungnya dengan kenestapaan, kepapaan, bangkit “dari mimpi” berkali-kali, tapi untuk dicampakkan ke tepi peradaban…

    Aku sendiri gulana, memikirkan hidupku yang sudah mulai menestapakan dan mencampakkan, tak memperhitungkan, yang menjadikan “teman2 lamaku dalam kenestapaan” menuju tepi peradaban.

    Aku sendiri mencari purnama, untuk lantas bertemu matahari, saatnya nanti aku harus terburai ke tanah tapi kuharap bermandi cahaya…..

    Posted by Administrator | Desember 26, 2006, 12:38 pm
  3. malam terburai hingga pagi
    menyusur raut kematian datang menjemput
    lalu apa bisa dikata seorang anak manusia
    kalau sayap Izrofil terbentang jua
    lalu apa kata anak manusia itu
    kalau esok pagi
    matanya tak lagi sanggup terbuka menatap matahari
    ………………………
    …………………………
    …………………………………….
    ………………………………………………………..
    ……………………………………………………………………

    Posted by aline | Januari 6, 2007, 5:05 am
  4. bagi dirinya,
    malam adalah sahabat sejati
    siang adalah musuh abadi
    dan pagi adalah ironi

    bagaimana mungkin bercengkerama dengannya
    sementara cahaya pun dijauhinya

    entah di mana palung persembunyiannya
    mungkin hanya pekat yang mampu menghampirinya

    entahlah,
    memang hanya gelap satu-satunya

    Posted by Administrator | Januari 8, 2007, 5:10 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: