//
you're reading...
Artikel Ringan

SMS Solidaritas Muslim Monokwari

Sabtu malam, setelah dipaksa bangun dari tidur, tak sengaja kuhampiri hp-ku, ada sms masuk dari teman baik saya Hanna, bunyinya:

“Mhn do’a dan dukungan bg mslmn d’Jypura dlm upaya pnlakan Perda Monokwari sbg KOTA INJIL. Yg mlarang: 1.Prmpuan berjilbab 2.Adzan 3.Pmbangunan Masjid dll. ….”

Baru saja terbangun disuguhi informasi yang “darurat”, naluri obyektifku berjalan, oke sebentar ya Hanna, aku cek dulu informasi beritanya di Internet, setelah itu aku akan berikan masukan sebisanya….. Ehm, setelah agak lama nunggu konek ke internet, maklum pake telpon rumah dan tidak berlangganan secara khusus ke ISP tertentu, maka telkomnet-lah pilihannya…

Setelah buka google, masukkan kata kunci dan blaaaaaa….. ternyata banyak juga isinya…. Sudah menjadi perdebatan seru. Dari banyak berita yang saya rasa cukup imbang, maka saya menyampaikan beberapa pendapat saya

Pertama, jika isu yang dimunculkan “Aceh serambi Mekkah, Manokwari serambi Yerussalem” maka saya anggap sah-sah saja, semua terkait dengan keinginan mayoritas warganya, begitu pun daerah-daerah lain. Yang penting masih dalam bingkai NKRI. Kalau perlu semua saja daerah menerapkan Perda berdasarkan nilai agama tertentu sesuai keinginan mayoritas warganya, agar Indonesia segera berubah, agar yang korupsi segera dipotong tangannya, agar pabrik bir ditutup saja karena melawan semangat Injil dan Qur’an, tapi jika itu diperlukan. Menurut saya, terserah apa saja aturan mainnya asalkan

  1. kebebasan menjalankan agama dijamin, boleh beratribut sesuai agamanya, menjalankan ritual agamanya, mendirikan tempat beribadah dll.
  2. bisa membuat damai, aman, makmur dan sentosa lahir dan batin bagi warganya.

Kedua, jika isu ini berbau politik dan dipolitisir, maka segera saja hentikan sebelum berbuntut kerusuhan panjang dan menjadi perang. Sungguh, produsen senjata akan senang karena sangat berkepentingan dengan lancarnya distribusi senjata. Dan mereka tidak akan berhenti membuat kerusuhan hingga stok mereka habis dan defisit negara tertutup dengan mengalirnya dana segar dari wilayah konflik. Sekali lagi, waspadai setiap isu agama yang mereka hembuskan untuk memicu konflik karena mereka hobi berperang dan bukan berdamai.

Untuk saudara sesama muslim, juga untuk pengirim awal dan penerus sms ini, saya menyampaikan simpati besar kepada upaya Anda untuk membantu teman-teman Anda di Manokwari sana, saya juga merasakan apa yang menjadi kekhawatiran dan keresahan mereka jika saja saya tinggal di sana. Mengingat istri saya juga mengenakan atribut Muslimah. Saya harap Muslimin di mana pun berada tidak terpancing dalam kondisi yang amat gawat darurat seperti tercermin dalam bunyi sms di atas. Maaf, saya sungguh tak hendak menyepelekan keresahan saudara-saudara saya, tapi, mari kita bertindak lebih tenang dan bijak menyikapi persoalan ini. MUI Papua sudah meresponnya, bahkan PGI dan KWI sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi menolak Raperda berdasarkan Injil, ikuti link ini http://www.mirifica.net/wmncomments.php?ArtID=3915. Karena ancaman ini tidak hanya menimpa kaum muslimah [jika larangan atribut agama tertentu dilarang] tapi juga para suster katholik dengan kerudung penutup kepala khasnya seperti yang dilansir Gatra Nomor 25. Ikuti link ini http://www.gatra.com/2007-05-07/versi_cetak.php?id=104380

Jadi, sebaiknya kita galang dukungan untuk Papua yang lebih baik, Manokwari yang lebih baik, kehidupan antar umat beragama yang lebih baik. Keimanan yang membaik, ekonomi yang membaik, pendidikan yang membaik, kesejarhteraan yang membaik, infrastruktur yang membaik dan segalanya membaik.

 

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

6 thoughts on “SMS Solidaritas Muslim Monokwari

  1. kalo saya melihatnya, nggak mungkin bisa ada perda yang semacam itu akan dibikin, paling banter ya perda2 yang mirip syariat islam di beberapa daerah. kalo islam bisa bikin perda yang -mau atau tidak mengakuinya- sedikit mengganggu -paling tidak perasaan- saudara kita yang berbeda agama, kenapa harus kebakaran jenggot ketika perda yang sama dibuat di daerah yang jelas-jelas muslim menjadi minoritas di sana?

    (isnuansa yang muslim)

    Posted by isnuansa_maharani | Mei 29, 2007, 7:16 am
  2. saya ambil contoh Gerbang Marhamah nya Kab. Cianjur, -mohon maaf sebelumnya kalo informasi yang saya dapat juga tidak valid- yang mengakibatkan tata cara untuk memasuki Balai Kota mewajibkan perempuan untuk memakai Jilbab. maka: itu sama saja berarti: larangan bagi non muslim mendatangi Balai Kota karena nggak mungkin kita memaksa mereka mau memakai pakaian yang tidak meraka harapkan pernah melekat di tubuhnya.
    kalau saya lebih cenderung tidak setuju perda apapun yang berlandaskan agama tertentu, karena negara kita nasionalis, yang mengakui beragam agama. tetapi jika memakai yurisprudensi perda syariat islam yang telah berlalu di beberapa daerah, maka sebenarnya sah-sah saja manokwari atau daerah manapun di indonesia, memberlakukan perda yang sesuai dengan keinginan mayoritas penduduknya. jika tak suka, pindah rumah, gitu saja kok repot…

    Posted by isnuansa_maharani | Mei 29, 2007, 7:50 am
  3. #isnuansa
    Saya Sepakat dengan anda… maksud saya, kita harus obyektif, sportif, walah…. apa aja istilahnya… asalkan hak-hak umat beragama lain dalam beribadah atau menjalankan ritual agamanya tidak dilarang…

    #jika tak suka, pindah rumah, gitu saja kok repot…#

    wah, kalo udah kena yang spt ini, gak bisa ngomong saya… hehehehehe…

    Posted by abdul ghofur | Mei 30, 2007, 8:11 am
  4. Trims ya udah mampir di blog saya “yang lebih goblog”🙂, mohon maaf saya lupa menuliskan bahwa komentar saya itu ditujukan pada rekan anda yang mengirimkan sms dan orang0orang yang meneruskannya. karena saya tahu pikiran anda berbeda dengan “beliau”. dan untuk sementara, baru anda saja yang sudah pernah saya komentari sampai sepanjang ini. (tapi masih lebih panjang komen anda, hehe)
    salam kenal, “kesalahan” saya dalam berkomentar kemaren sempat membuat saya mempunyai ide untuk membuat postingan khusus di blog saya. tetapi karena belum sempat dan moodnya terlanjur menguap, ya nggak jadi.
    salam kenal…

    Posted by isnuansa_maharani | Mei 30, 2007, 11:29 am
  5. ??????
    Kalau melarang orang menggunakan jilbab… berarti pelanggaran HAM :0 , kan orang pake jilbab ngak ada yg terganggu kok, kenapa dilarang….
    kecuali melarang orang ngak pake baju… itu wajib hukumnya dilarang…., kan bikin yg lain jadi dosa …, otomatis merugikan orang lain…..

    u/ isnuansa_maharani
    bung kamu kok logikanya kagak jalan sih????
    misalnya mewajibkan orang yg berkunjung ke balai kota Kab.Ciganjur harus menggunakan kerudung…, kan mereka membuat peraturan yg tidak merugikan orang lain kan (emangnya dengan menggunkan kerudung , siwanita langsung tersiksa, teraniaya ??? , betul tidak?
    mereka membuat peraturan tsb , agar mereka tidak merasa dirugikan dengan mendapat dosa dari si tamu wanita yg berkunjung, jadi mereka membuat peraturan utk memproteksi mereka , ya … sangat wajar….

    Contoh lain nih…, kayak dikantor saya, diwajibkan setiap yg masuk kantor maintenance wajib lepas sepatu, dan menggunkan sandal yg sudah disiapkan…., coba perhatikan isi peraturan tersebut…, para suplier, tamu dari erapa, jepang… wajib mematuhinya, peraturan sengaja dibuat untuk menentramkan siempunya lokasi….
    ….. betul tidak…..
    ….. tolong gunakan akal sehatnya sebelum komentar…….. please deh….🙂

    Posted by Nazm | September 13, 2008, 11:51 pm
  6. anjing jahannam mal”un
    la”nat setan
    untuk pemimpin monokwari

    Posted by imam husain syahab | Mei 13, 2013, 8:36 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: