//
you're reading...
Artikel Ringan

Terjaga dari Tidur

Sepinya Alam Kubur dan Bermaknanya Hidup

Malam minggu kulewatkan dengan tidur bertiga bersama istri dan anakku sehabis isya’ selesai. Tak seperti biasanya, aku bermimpi yang kukira semacam perjalanan di alam lain.

Tiba-tiba saja kematian menghantui, dalam mimpi kulihat sebuah kuburan yang tak terawat di depan sebuah rumah yang mungkin orang tak menyangka bahwa pelataran rumah itu ada kuburan. Tidak angker sebenarnya, hanya aku membayangkan bahwa yang ada dalam kuburan itu adalah aku. Entah bagaimana rasanya ada di dalam tanah menikmati kesepian berabad-abad menunggu di alam kubur hingga entah kapan dibangkitkan kembali untuk dapat bercengkerama dengan kehidupan.

Entah mengapa berlangsung begitu saja, aku tenggelam menjadi sang ahli kubur, terpekur merenung sendirian tanpa teman menghitung waktu menunggu tuntasnya peradaban. Aku rasakan begitu nyata, ada kehidupan di sekitarku, ingin bertegur sapa, tapi yang kusapa tak melihatku, yang kuajak bercengkerama tak menganggap kehadiranku…. Berulang dan berulang…. Aku menyerah… aku lelah menghampiri kehidupan karena kehidupan tak menghirauku. Kembali ke pusara, bersandar nisan… sendirian. Menatap lalu lalang kehidupan, sementara aku merenung meratapi nasibku, bagaimana bisa aku tanpa teman dalam kubur?

Sungguh mengerikan, kesepian, tanpa siksaan alam kubur pun bagiku juga adalah penderitaan dan sungguh… benar-benar sungguh menakutkan. Karena keseharianku akhir-akhir ini tidaklah aku lewatkan dengan sendiri, justru sebaliknya, bercanda dengan anak dan istriku, murid-muridku, teman-temanku. Jika tiba-tiba mereka semua menghilang dari diriku…. (Ya Allah, begitu melekatnyakah dunia dalam diriku hingga diri-Mu begitu jauh?)

Aku teringat kata-kata ustadzku -entah yang mana aku lupa- bahwa memang dalam kubur kita akan sendirian dalam kurun waktu yang lama, terserah kamu berbuat apa selama di dunia, tapi ingatlah mati pasti datang menjemputmu.

Masih dalam mimpi, aku kembali menjadi orang normal yang sedang menatap kuburan itu, aku lihat dengan jelas penghuni kubur itu…. (Ya Allah, bulu kudukku merinding saat mengetikkan tulisan ini, aku begitu tercekam ketakutan luar biasa, kuteguk kopi hangat buatan istriku untuk meredakan tegangnya uratku)…. Di luar dugaanku, penghuni kubur itu adalah orang yang kukenal dekat dan rajin beribadah, sudah haji orangnya…. Dengan wajah pasrah, ia menghampiriku, ia sampaikan keluhnya, pun tak lupa wejangannya padaku agar selalu berbuat baik, perbanyak amal sholih dan sebarkanlah kebaikan, karena ia yang akan menjadi teman dalam kubur agar tak kesepian menunggu datangnya hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur….

Aliran darahku terasa keras memompakan semangat meneguhkan hatiku untuk selalu berbuat dan menebarkan kebaikan dan kebajikan. Dalam hati kecilku berkata: “Ya Allah, Tuhanku tolong jangan ambil aku sekarang, aku ingin berbuat lebih baik lagi di dunia…. Ya Allah, panjangkanlah umurku untuk berbuat amal baik sebanyak-banyaknya… Ya Allah, Tuhanku, terima kasih dan syukurku pada-Mu telah memberiku pelajaran betapa bermaknanya hidup. Kuatkan diriku untuk tak menyia-nyiakannya”.

Kakiku terasa digerakkan, ah, ternyata istriku membangunkanku, aku belum sholat isya’, motor juga belum kumasukkan ke kandangnya. Pikiranku masih terbawa suasana alam mimpi….

Terima kasih Ya Allah, Engkau masih mau menghampiriku di tengah kelalaianku untuk selalu bersyukur pada-Mu

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: