//
you're reading...
Artikel Ringan

Someone Tell me That i am Orange

Seperti kebanyakan orang yang lainnya, masih bernafas, bisa tidur, dan bangun kembali… baru kali ini aku bisa memahami dan menangkap diriku sendiri ketika seorang sahabat mengatakan padaku, “Bagi saya anda manusia dengan warna orange, saya sendiri kurang tau apa kata yang tepat untuk menerjemahkannya”, kira-kira demikian isi perkatannya… mudah2an saya gak salah…

dan terus terang saya sendiri tak pernah bisa menangkap apa maksud dari perkataannya. Mulanya, saya agak keberatan dengan sebutan warna yang ia berikan, tapi lambat laun akhirnya saya bisa menerimanya, terlebih ketika saat pertama kali ke bali seumur hidup saya… di selat bali, saya mampu menangkap apa makna ornge yang ia berikan. di atas selat bali ktika senja sedang turun… benar2 saya menikmati apa makna orange.

Orange, bagi saya, mewakili fajar pagi dan senja hari, pagi hari adalah awal semangat memulai hidup dan senja adalah gerbang pertobatan menuju kelamnya malam…

maaf, jadi sentimentil begini saya, jujur, harus saya akui, saya punya banyak sisi hidup yang untold till death, may be…. tp, sisi2 itu kbanyakan berada pada pagi dan senja hari dan terus terang sulit bagi saya menikmati terang benderang siang tengah hari, simbol puncak kehidupan dunia…

bukan saya tak ingin menikmati tengah hari, tapi memang selama ini peran saya lebih banyak pada fajar dan senja… saya akan menjadi fajar bagi siapa saja yang sepanjang harinya dipenuhi malam, pun juga saya siap menjadi senja bagi siapa saja yang sepanjang hidupnya bergelimang matahari…

sepertinya, saya memang harus menerima kenyataan saya memang orange… entahlah, sebenarnya banyak yang harus saya tuliskan… tapi senja mulai mengambil alih pikiran saya… kepadamu sahabatku, kuucapkan terima kasih telah memberi sedikit definisi siapa saya… dan mungkin, bila engkau ingin tau siapa dirimu, engkau bisa bercermin padaku karena memang sebenarnya, apa yang engkau bilang tentng orange padaku adalah dirimu sendiri…

Selamat termenung!!

[Saya persembahkan tulisan ini untuk HANNA, yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, hanya seorang sahabat yang bertemu di persimpangan hidup dan sempat memberi sedikit definisi tentang saya. Terima kasih telah menjadi cermin saya]

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: