//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

Pelajaran dari Kompetisi Blog Kompas dan Stikom

Menit demi menit beringsut menjadi jam, jam menjadi hari yang lantas bermetamorfosa..
Menjadi Sejarah atau Tidak Sama Sekali.

Sabtu malam, habis sudah untuk memantau siswa saya yang sedang berkompetisi blog. Nge-net di rumah, biar lambat asal nge-net.. emmmh.. Dari habis maghrib, start 10 menit, pause kira-kira 1-2 jam, malam mingguan dengan anak istri.

Play lagi, kira-kira pukul 20.00an lebih sedikit. Dua jam online, satu persatu blog siswa saya buka dan melihat apa ada yang bagus apa tidak? Maklum, mereka sedang dalam even kompetisi blog yang diadakan oleh Kompas dan STIKOM.

Ternyata, beberapa dari siswa saya memiliki kemampuan lebih dalam menulis, bahkan saya kalah dalam hal kualitas maupun dari segi gaya bahasanya. Yang jelas, dari kompetisi kali ini, yang bisa saya ambil adalah tumbuhnya spirit baru untuk menulis di kalangan siswa saya.

Bagi saya, menang dalam kompetisi ini bukan prioritas yang pertama, meskipun terharapkan. Bagaimana pun, dalam sebuah kompetisi, kemenangan adalah tujuan utama. Tapi, kali ini lain, harian kompas bagi saya adalah barometer untuk mengukur kualitas kepenulisan.

Diakui atau tidak, senang atau tidak, itu perkara lain. Setidaknya, itulah patokan standar saya, -maaf jika subyektifitas bermain- teringat bagaimana teman-teman di kampus saya dulu sering berebut kompas saat di perpustakaan. Bahkan, ada yang rela hampir tiap hari, dia membeli kompas sore yang sudah turun harganya hanya untuk membaca kompas, mengingat budget untuk beli koran bagi mahasiswa sudah di luar kendali keuangan bulanan yang kembang kempis

Kemenangan besar bagi saya adalah ketika mereka menulis. Menulis dengan pikiran orisinal mereka. Mengetahui bahwa mereka menulis dengan baik, maka itu persembahan terbaik bagi saya. Kemenangan Terbaik mengalahkan kemalasan di tengah tradisi dan budaya yang hanya melihat dan mendengar. Menulis, bukan pekerjaan mudah, itu diakui dan jelas dirasakan oleh siapa saja yang pernah sekolah. Apalagi yang tak pernah sekolah. Emmmmhhh.

Ketika keesokan harinya saya tahu bahwa siswa saya menjadi juara 2 dan 3 dalam kompetisi ini, tak ayal lagi, kemenangan kedua bagi saya. Saya ucapkan terima kasih kepada mereka semua, baik yang juara atau tidak, terutama yang sudah bersusah payah meluangkan waktu di tengah ujian akhir semester, hanya untuk menulis. Semoga kepenulisan tidak terhenti hanya karena kompetisi blog sudah berakhir. Semoga!

[Tulisan ini saya dedikasikan untuk siswa saya yang sudah susah payah belajar menulis.  Semoga momentum ini menjadi ‘sejarah bagi siswa saya dan saya sendiri’. Maaf, bila hanya tulisan amburadul ini yang bisa saya berikan sebagai bentuk terima kasih saya

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

One thought on “Pelajaran dari Kompetisi Blog Kompas dan Stikom

  1. ternyata bapak perhatian sekali sama anak didiknya ,aku salut sekali sama bapak ,.trus pengumuman remidi tik kelas x kapan pak?.pak jangan lupa ngasih comment di blogku yang bebas copy paste.

    Posted by sendy | Juni 22, 2007, 9:03 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: