//
you're reading...
Aktifitas, Aku dan Pikiranku

Kemenangan dan kekalahan yang Tak Terelakkan

Bagaimanapun, tak disangkal bahwa kemenangan SMAN 11 Surabaya sebagai Juara 2 dan 3 dalam kompetisi blog yang diadakan oleh Kompas Gramedia dan STIKOM adalah sebuah kemenangan yang fair tanpa polemik dan cukup prestisius. Karya-karya pemenang yang menonjolkan diri di sisi tulisan menjadi faktor penentu kemenangan mereka. Simpel dan sederhana dari sisi template namun cukup berbobot materi tulisan atau isi blog mereka. Tampaknya, kompas dan Stikom telah benar-benar mempertimbangkan detilnya, belajar dari blogfest sebelumnya.

Erwin Sutomo [kiri, salah seorang juri dari STIKOM] dan
Perwakilan Kompas [kanan, membelakangi kamera]

Hanya, kebanyakan peserta kurang menangkap maksud yang diharapkan oleh panitia terutama dewan juri yang mengharapkan blog yang berisi tentang surabaya dan tidak mewakili subyektifitas pribadi sang pemilik blog. Begitu pun template yang diharapkan sejalan dengan tema "surabaya", kebanyakan masih menggunakan template dan aksesoris yang tidak berkaitan sama sekali atau minim yang mewakili Surabaya. Demikian penuturan beberapa dewan juri sesaat setelah para jawara diumumkan di AJBS Surabaya, lokasi pameran kompas gramedia.

Kemenangan Siswa SMAN 11 Surabaya sebagai juara 2 dan 3 kali ini memang sudah terduga sebelumnya, mengingat animo siswa SMAN 11 Surabaya yang tinggi dalam mengikuti kompetisi. Terlihat dari kualitas tulisan dari beberapa siswa dan jumlah peserta yang mendominasi kompetisi. Dalam hal ini, secara personal, panitia mengucapkan terima kasih kepada SMAN 11 Surabaya yang aktif berpartisipasi mengikutsertakan siswanya dalam kondisi sibuknya mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir semester.

Sementara itu, kekecewaan juga tak bisa dihilangkan dari wajah siswa yang ikut dan menyempatkan diri untuk datang ke lokasi pengumuman kompetisi ini. Meski sudah ditekankan, kemenangan tak mutlak harus menjadi juara, tetap menjadi beban yang tampaknya harus dituntaskan. Terlebih, kemenangan sebagai juara 1 terlepas dari genggaman. Kekalahan telak mereka bukan karena kualitas tulisan yang rendah, tapi lebih pada persoalan subyektifitas yang mendominasi tulisan dan itu tak sesuai dengan harapan dewan juri maupun tema yang telah ditentukan. 

Terlepas dari semua itu, patut diberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ini. Khususnya mereka yang telah serius mencari dan menggali data seaktual mungkin disertai gambar lewat survey langsung ke lokasi di tengah padatnya jadwal ujian.

Terakhir, perlu dicatat, menulis tetaplah menulis dan kepenulisan tak akan terhenti hanya karena kalah atau menang dalam kompetisi. Karena kemenangan dalam kompetisi ini sesungguhnya adalah keberanian untuk terus menulis dan tak terhenti oleh apa pun. Sebaliknya, kekalahan dan mentalitas kalah sudah terjadi dan akan terus terulang manakala menulis hanya untuk mengikuti kompetisi dan terhenti ketika tak ada kompetisi.

Selamat menulis dan selamat berjuang mengalahkan kemalasan berfikir.

[Satu Tulisan lagi untuk siswa saya yang sudah bersusah payah mengikuti kompetisi blog ini, sebagai bentuk penghargaan dan dedikasi saya untuk mereka]

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

5 thoughts on “Kemenangan dan kekalahan yang Tak Terelakkan

  1. [Satu Tulisan lagi untuk siswa saya yang sudah bersusah payah mengikuti kompetisi blog ini, sebagai bentuk penghargaan dan dedikasi saya untuk mereka]…..(gempur said)

    sama2 pak…………

    semoga lomba kali ini jadi peringatan, dan bisa maju untuk kedepannya

    Posted by d_wee4mbi | Juni 26, 2007, 12:20 pm
  2. kekalahan bukanlah akhir dari segalanya

    Mas Admin berkata:
    Kemenangan juga bukan puncak segalanya…..

    Posted by giono | Juni 30, 2007, 2:42 am
  3. semoga di lomba yang berikutnya SMA11 bisa menjadi juara 1,2,3,4 , dst .trus semoga yang ikut kompetisi berikutnya lebih banyak dari yang lalu .balas komwentar nya pak

    Mas Admin berkata:
    Mudah2an aja, tapi, bagi saya, orientasi proses tetaplah penting. menang tanpa proses kepenulisan yang panjang dan tak terhenti adalah hal yang patut sangat disayangkan.

    Posted by sendy | Juli 2, 2007, 10:51 am
  4. kemenangan memang tak harus juara.kemenangan tak harus dengan kepopuleran dan materialisme.tapi kemenangan adalah mendapat sesuatu yang berharga yang bisa dibawa pulang dan tak mudah dilupakan.(misal:bisa kenalan ama cewek waktu daftar lomba he..he..he..)

    Mas Admin Berkata:
    Anda juga benar, memang layak untuk membawa pulang ke rumah sesuatu dari sebuah kompetisi… hehehe.. tapi juga bukan satu-satunya kemenangan formal yang bisa dibawa pulang. tapi juga kemenangan lain dari sebuah proses kepenulisan.

    Posted by rizky | Juli 2, 2007, 11:57 am
  5. Kemenangan buat aq adalah ketika melakukan sesuatu dangan sungguh” dan memberikan yang terbaik untuk semua kompetisi… terlepas dari apakah bentuk apresiasi yang nantinya akan didapatkan. Apresiasi yg ada ataupun yg (akan)kita dapat hanya sebagai bentuk pendorong dan inspirasi.. namun kepuasan yang sebenarnya tidak dapat tergantikan hadiah, posisi, atau cacian apapun..

    Selamat yawh buad kalian ^_^

    Mas Admin berkata:
    yup, sepakat dengan mas nFath… memang demikian adanya, upaya yang sungguh” itu sendiri merupakan kemenangan telak atas kemalasan dan ketakseriusan menekuni sesuatu.. jika kemudian mendapatkan apresisasi, maka itu adalah kemenangan berikutnya, saya kira semacam bonus.. hehehehehe..

    Posted by nFath | Juli 11, 2007, 11:12 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: