//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

Tentang Pengajaran

Sertifikat mengajar yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi hanyalah mengijinkan dan memberi Anda wewenang untuk mengajar, tidak memberikan hak bagi Anda untuk mengajar. Hak mengajar harus Anda rebut dan raih dari anak didik Anda. [disadur dari buku Quantum Teaching]

Sudah lama saya tidak membaca buku atau tulisan di luar komputer, kebetulan kamis sore kemarin saya sempatkan mampir ke toko buku diskon yang kebetulan ada di daerah selatan surabaya. Alhamdulilah, tanpa pikir panjang, saya habiskan waktu untuk mereguk sepuasnya pelepas dahaga ketidaktahuan dan sempitnya wawasan.

Terbilang ada delapan buku baik yang kecil maupun yang kelas berat yang sempat terbeli, itung-itung balas dendam, sudah hampir enam bulan ini, rak buku saya tak terisi buku-buku non komputer. Mau apa lagi! Tuntutan keadaan yang menjadikan rak saya dipenuhi buku komputer.

Dari sekian banyak buku yang saya lihat, ada satu buku yang mencuri pandangan dan perhatian saya, Quantum Teaching, jadi penasaran.. berkaitan sekali dengan keseharian saya. tanpa pikir panjang, saya baca sinopsisnya dan lantas masuk ke keranjang.

Setiba di rumah, langsung saya buka dan saya baca, meski baru sampai pada halaman 5, ada banyak pelajaran yang saya ambil darinya, tulisan pembuka di atas yang paling merasuk ke alam pikiran. Bukan berarti yang lain tidak bermakna, saya kira tulisan di atas memang lebih menyentuh dan menjawab rasa ingin tau akan hal-hal baru.

Seperti baru tersadar, dalam keseharian, sebenarnya sudah saya lakukan banyak hal untuk masuk ke dalam alam pikir dan hati adik-adik siswa saya, namun istilah di atas sungguh ungkapan baru yang cukup mewakili apa yang telah, sedang dan terus akan saya perjuangkan. Memenangkan hati mereka dan lantas bersama menjalani proses pembelajaran sesuai apa yang mereka dan saya inginkan.

Meski tak semudah dan segampang yang diucapkan, tetap dan masih, segala sesuatu membutuhkan pengorbanan entah itu materi, tenaga dan waktu. Bahkan, kadangkala saya lakukan di sela dan di luar jam proses belajar. Tentunya untuk memenangkan hati mereka dengan cara yang elegan dan mendidik.

Dalam bayangan, menjadi guru itu susah, dan ternyata di lapangan memang benar-benar susah. Menurut saya, paling menyebalkan adalah pekerjaan administrasi seorang guru yang kalau seluruh proseedur dijalani akan jadi sedemikian njelimet dan menghabiskan waktu sepanjang hari. Sementara yang paling susah adalah memenangkan hati mereka. Butuh agak lama waktu untuk menjadikan mereka percaya pada saya.

Dan percayalah, tak ada sedikit pun niatan buruk untuk memenangkan hati siswa saya kecuali satu hal, saya dan mereka menikmati pembelajaran bersama, mereka belajar, saya juga belajar. Untuk mencapainya, bukan hal yang mudah. Namun, saya yakin dan percaya, segala sesuatu yang dilewati dengan kesusahan, ujung-ujungnya berbuah kebahagiaan dan kegembiraan.

Inna ma’al usri yusro (Sesungguhnya bersama kesulitan itu datang kemudahan)

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

3 thoughts on “Tentang Pengajaran

  1. Pak, Q ga tau kudu nuis coment dimana. Jadi nyasar kesini deh. Hehehehe. Post di blog Q dah Q isi lho. Jangan krn dah ga jadi muridnya Bapak lagi ga di coment. Still your student kan?

    Mas Admin berkata:
    Udah aku tinggalkan sedikit kata2 buat penyeimbang hati yang resah dan gulana karena banyaknya perubahan yang menjadikan dirimu terasing dari dunia.. ehhhmmmm.. apa maksudnyaaaaa?! hehehehe

    Posted by ni luh s.p | Agustus 6, 2007, 8:09 pm
  2. pak, aq mo kritik guru2 smaxi masalah sistem pengajaran. emang sih aq setuju klo sekarang ngajarnya pake tik tapi jgn sampe ninggalin materinya. jadi, skrg mereka lebih fokus ke tik ga ke pelajaran. capex dech.

    Mas Admin berkata:
    wadowwww, jadi kebablasan nih ceritanya! oke deh, ntar ta sampein, maklum masih demam, lagi anget2nya.. hehehehe, yang penting kamu tambah cerdas aja..

    Posted by itoer | September 10, 2007, 9:36 am
  3. Pak disini aq jg mau ngritik para guru smaxi, masak pelajaran biologi bukannya diterangin walaupun dikit-dikit malah disuruh praktikum trus bikin laporan aja, eh kalo ditanya masalah pelajaran bilangnya gini “Lihat di blog saya saja semuanya sudah saya tulis disitu” seandainya kita semua orang kaya yang tiap harinya bisa sobo warnet, ya gampang saja buat lihat pelajaran itu tapi kalo kita orang yg pas-pasan kayak saya gitu masak kita harus sering2 ke warnet.

    Mas Admin berkata:
    Yah, beginilah kalo semua tiba-tiba salah penempatan dan salah persepsi, kita semua mengalami masalah yang sama.. hehehehe, tapi kita harus inovatif juga menyaiasati keadaan, sama sulitnya kalo anda di posisi saya, muda nggak tua juga nggak! bisanya nampung keluhan anda dan hanya mendengar mereka yang tua2 sambil sekali2 melempar kritik juga, hahahahahaha…

    Posted by Ayu | September 15, 2007, 12:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: