//
you're reading...
Aku dan Pikiranku, Family

RAMADHAN MUBARAK

Kuteringat kata guru ngajiku dulu yang pernah mengatakan bahwa salah satu tanda atau ciri orang beriman adalah gembiranya hati manakala ramadhan datang menghampiri.

Kudengar khutbah jum’ah minggu kemarin yang mengulas keutamaan ramadhan dan menyampaikan khutbah Rasulullah SAW di setiap kali menjelang ramadhan yang intinya, sungguh sangat merugi bagi siapa saja yang tidak mendapatkan keutamaan ramadhan. Merugi dunia akhirat.

Pun, sempat pula kubaca salah satu blog muridku yang berisi khutbah Rasulullah SAW menjelang ramadhan, sempat pula kubacakan isi blognya kepada siswa-siswaku beberapa bagian yang menjelaskan keutamaan ramadhan, kuhimbau kepada hatiku dan pada siswaku, ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melatih diri berbagi dengan sesama, melatih diri menahan amarah, melatih diri menahan kenikmatan di siang hari, melatih diri merasakan penderitaan laparnya orang yang kelaparan, melatih diri menahan ucapan yang kurang bermanfaat dan melatih diri menahan dari hal-hal yang dihalalkan sekaligus menjauhi sejauh-jauhnya dari yang diharamkan.

Dorongan dari mana yang entah tak kuketahui datangnya, kukerjakan keinginan istriku untuk membuat rak untuk pot-pot bunganya, pekerjaan yang tertunda sudah sebulan lebih tak bisa kulakukan. Sepele memang, tapi sungguh, kulihat binar kegembiraan dan kelegaan di matanya. Dan tiba-tiba juga kurasakan perasaan bersalah, menunda kegembiraan hatinya.

Sore hari, menjelang maghrib berkumandang, kugendong zakka, anakku yang balita dan belum bisa bicara, kuajak ia ke depan teras rumah bagian atas, sambil kutempelkan pipiku ke pipinya, kubisikkan kepadanya: “Nak, lihatlah langit!”, sambil telunjukku menunjuk langit. Mukanya tengadah melihat langit dalam diam. Kukatakan padanya: “Nak, ucapkan pada Allah, Rasulullah dan Malaikat-Nya, terima kasih, dan ucapkan dalam beningnya hatimu dan polosnya akalmu yang belum mengerti benar apa itu ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan! Semoga kami menjadi bagian yang mendapat keutamaan ramadhan”.

Anakku mulai bereaksi dalam ketakmengertiannya, mulai mengoceh sambil tanggannya menunjuk ke langit yang kami lihat sedang mendung. Kuanggukkan kepalaku untuk meresponnya. Kuberbisik dalam hati, “Ya Allah, jadikan anak saya anak yang mengerti betapa Maha Besarnya Engkau, betapa mulianya Rasul-Mu dan Malaikat-Mu, jadikan anak saya anak yang bijaksana, memahami dan mengamalkan kebajikan yang Engkau tetapkan. Jadikan anak saya penerang jalan bagi kami, orang tuanya, orang-orang di sekililingnya dan bagi siapa saja yang pernah mengenalnya maupun yang belum pernah mengenal dirinya.”

Adzan pertanda ramadhan tiba telah berkumandang, kuajak anakku masuk, sementara istriku masih asyik menonton dan mendengar ceramah ”sedekah” dari Yusuf Mansyur.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

7 thoughts on “RAMADHAN MUBARAK

  1. Ceritanya keren pak, emang blog sapa yang dibaca??kayaknya punyaku gak pernah deh??Ya udah gitu aja, gak tau mesti ngomong apa.Wassalam!!

    Mas Admin berkata:
    Ceritanya biasa saja, yang jelas kejadian sehari-hari, sepertinya punyamu bisa lebih baik bahkan jauh lebih baik lagi, makasih sudah mampir, sayang, tak meninggalkan jejak. hehehehe.

    Posted by aziz | September 13, 2007, 4:45 pm
  2. amien dah kang… moga ramadhan kali ini kita semua dapat lebih baik dari tahun” yang laluh…

    manusia takkan bisa jadi kuat tanpa tempaan…

    Marhaban ya Ramadhan..

    Mas Admin berkata:
    Aduh, lama kita tak jumpa, kemana aja saya ya???!! maaf, bila beberapa kali dihubungi saya selalu sok sibuk.. mudah2an ramadhan kali ini mampu membuat hati lebih bening dan lembut, lebih peka dan lebih sadar sekaligus lebih tahan banting daripada sebelumnya.Amin. Maaf sekali lagi sobat.

    Posted by nFath | September 14, 2007, 8:45 pm
  3. Jika ada noda di kertas putih di dalam dirimu yang dikarenakan diriku…
    mohon maaf karena tinta hitam itu membuatmu ternoda…
    hari-hari penuh cahaya cinta Allah selalu menjadi Cahaya terindah untuk kita semua…
    Maafkan segala kesalahanku…
    Selamat menunaikan ibadah puasa…

    Mas Admin berkata:
    sama-sama ya! yang jelas saat bertemu dirimu, kertasku sudah lusuh dan tak putih lagi, jadi saat kau teteskan tinta hitam itu, aku merasa, engkau tidak begitu banyak berperan dalam memperburuk lusuhnya kertasku, jadi tetap saja kumaafkan apapun yang kau perbuat, hehehehehe, maaf ya!

    Posted by anas | September 15, 2007, 8:09 am
  4. Pak, selamat menunaikan ibadah puasa ya. Semoga ibadahnya berjalan lancar dan memperoleh kemenangan di hari yang fitri nanti.
    Amin

    Mas Admin berkata:
    makasih deh! sama2, mudah2an ibadah saya dan kita semua diterima dan kamu juga tetap dalam lindungan-Nya. amin

    Posted by ni luh | September 15, 2007, 6:39 pm
  5. Pak, mohon segera cepat dibuka blog saya. Dan tolong diberi comment mengenai posting baru saya. Ada banyak posting baru. Trims…

    Mas Admin berkata:
    oke, dah ada kunjungan balasan, cek aja.

    Posted by FAHMI (P.KETU) | September 16, 2007, 9:33 pm
  6. Pak, maap kalo kemaren aku maksa sampeyan ngasih comment di blog ku. Meskipun udah telat, aku tetep ngucapin met puasa yach. Moga puasanya diterima ALLAH SWT…Amien…
    Dan kalo bisa sering2 kasih comment blog ku lagi ya Pak…Hehehe…
    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Posted by FAHMI (P.KETU) | September 26, 2007, 3:09 pm
  7. wah pak ceritanya sih biasa2 aja tapi buat aku itu tuh mengesankan bgt mungkin beberapa orang lupa akan nasehat/petuah dari guru2nya yg terdahulu tapibpk ttp ingat,hbt bgtt!pak jgn lp comment ke punya ku jga dhanyblacksweet.wordpress.com

    Posted by dhany(blacksweet x-2) | November 1, 2007, 8:27 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: