//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

Pendidikan yang Memprihatinkan

Sempat terpkir, kenapa kita tak mampu untuk segera bangkit mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan negara-negara kecil seperti Vietnam atau Malaysia atau Brunei dalam hal pendidikan. Bingung, terus terang bingung, dari mana asalnya tiba-tiba muncul "Indonesia tertinggal dalam hal pendidikan"? Kriterianya apa dan latar kemunculan ide itu?

Apakah karena saya seorang guru yang notabene belum pns sehingga kesejahteraan kurang? Atau karena saya memang benar-benar prihatin akan nasib saya yang tak kunjung membaik di balik baju guru saya? Atau karena memang pada kenyataannya, jutaan guru yang bernasib sama dengan saya, bekerja sebagai guru dan predikat itu melekat 24 jam nonstop? Sehingga untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan sebagai guru harus berfikir dan menimbang 1000 kali, apakah pantas dan tidak melawan norma masyarakat? Sementara, untuk ‘nyambi’ ngajar di tempat lain kebanyakan mengorbankan satu pihak. Serba salah.

Saya dengar di Brunei dari salah seorang teman saya, yang namanya guru itu adalah profesi yang paling mulia dan gajinya menempati urutan yang tinggi, mungkin setara dengan gaji para direktur dan manajer di Indonesia. Tapi, di Indonesia tidak seperti di Brunei. Alhamdulillah, PNS sekarang bergaji di kisaran 1 – 2 juta, tapi yang belum PNS? Sekedar diketahui, guru setingkat SMA, yang belum PNS alias honorer non APDN/APBN digaji 200-400 ribuan tergantung pada jumlah jam mengajar………………………… Ah, sudahlah, capek mikirnya.

Pertanyaan saya, Mengapa sedemikian rendah apresiasi terhadap guru? [mungkin ini salah satu indikasi yang melatarbelakangi pertanyaan saya di atas tadi]

Sungguh, dampak yang dirasakan sangat fatal….. Ketika saya bertanya pada murid saya yang mau lulus dan lumayan pandai, "Kamu hendak melanjutkan ke mana?", Ia menjawab dengan tegas "Kalo nggak Manajemen Unair, ya ke ITS, pak! Gak tau jurusannya apa?" dan ketika saya tanya apakah ada minat untuk melanjutkan ke UNESA (dulu IKIP Surabaya) atau ke UNM (IKIP Malang) yang notabene mencetak lulusannya menjadi guru, jawabannya tegas "tidak!".

Jika saya asumsikan 70% siswa pandai di Indonesia lebih memilih kuliah di UGM, ITB, IPB, UI, ITS, UNAIR ketimbang UNJ, UNESA, UNY, UNM dan saudara-saudaranya, maka bisa diramalkan kondisi pendidikan INdonesia 10 s.d 30 tahun mendatang tidak akan berubah. Mengapa? karena SDM terbaiknya lari ke dunia industri dan ekonomi dan sektor-sektor non pendidikan. Sementara SDM yang lari menjadi guru adalah "SDM buangan". Bukan berarti saya merendahkan yang "buangan" tersebut -yang di dalamnya ada saya-, tapi sampai kapan pendidikan bangsa ini dapat dipegang oleh SDM-SDM terbaik bukan SDM sisa-sisa?

Saya kira inilah kunci mengapa pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. Karena sudah lebih dari 30-an tahun yang lalu, pendidikan bangsa ini dipegang oleh "SDM buangan" tadi. Karena bangsa ini tidak memberikan apresiasi yang besar terhadap kehidupan guru, yang menjadikan SDM terbaik bangsa ini lebih memilih profesi lainnya.

[Sebelumnya, daripada menimbulkan polemik baiknya saya definisikan saja apa itu SDM buangan. SDM buangan adalah mereka-mereka yang tak diterima di PTN dengan jurusan favorit dan memilih IKIP (dulu) sebagai alternatif terakhir mereka. Kategori ini tak termasuk mereka-mereka yang dengan bangga langsung memilih IKIP.]

Tidak perlu berpanjang lebar, apa yang bisa diharapkan dari SDM buangan seperti saya untuk menjadikan Indonesia lebih baik?

Rezim masa lalu benar-benar melakukan pembodohan yang tersistematis hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Mereka takut dengan guru yang cerdas. Mereka takut dengan murid-murid yang cerdas. Mereka takut rakyatnya cerdas dan lantas melawan kekuasaan. Guru dan rakyat dijejali dengan nyanyian "Hymne Guru" yang memaksa guru mengabdi tanpa kenal waktu. "Gelar Tanpa Tanda Jasa" itu memang sungguh tak pantas. Dengan stigma itu, siapa pun bisa menghadiahi guru dengan kerja lebih tanpa imbalan yang pantas.

Siapa yang mau mengabdi terus-menerus sementara sajam murid bengalnya siap ditebaskan karena menegakkan disiplin aturan sekolah?. Pengabdian melawan budaya kekerasan dan kekurangajaran atas nama kebebasan. Siapa yang mau bertaruh? Itu gambaran sebagian sekolah dengan murid gilanya yang hobi tawuran dan mabuk-mabukan.

Sekiranya, undang-undang guru dan dosen dengan sertifikasi gurunya yang telah digagas oleh pemerintah tersosialisasi dan terealisasi dengan baik, mungkin butuh satu dua generasi untuk menjadikan bangsa ini lebih memilih menjadi guru ketimbang menjadi direktur.

[Tulisan ini sebagai refleksi Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2007]

-Saya tuliskan akibat pusingnya kepala saya yang tensinya gak turun-turun- maaf saya untuk bangsa ini karena belum mampu menjadi guru yang baik –

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

17 thoughts on “Pendidikan yang Memprihatinkan

  1. Saya juga trenyuh dengan keadaan ini
    Sepertinya bangsa kita salah menempatkan posisi manusia pada posisi tertinggi. BAngsa kita menempatkan posisi benda di ats manusia.
    Buktinya sektor pendidikan (yang notabene adalah sektor pencetak SDM) masih dikesampingkan…
    Sektor pendidikan masih dikalahkan oleh sektor2 non pendidikan (yg (hanya) pencetak benda)

    BTW salam kenal Pak

    Mas Admin berkata:
    Salam kenal juga pak guru blog, mudah2an segera saja ada perbaikan secara fundamental terhdap dunia pendidikan kita… Amin Allahumma Amin

    Posted by deKing | Mei 22, 2007, 10:50 pm
  2. allow..Pak..
    Saya juga prihatin sekali dengan keadaan pendidikan di indonesia saat ini. pemerintahan indonesia kurang tegas dalam menumpas kebodohan dan ketertinggalan negeri ini. mereka hanya sibuk berkorupsi ria. padahal masa depan negeri ini berda di pundak para pemuda yang akan menjadi penerus bangsa yang seharusnya ditingkatkan SDM dan kecintaannya kepada indonesia.
    menurut saya artikel ini sangat menarik dan semoga bagi orang yang membacanya dapat menambah semangat membangun pendidikan di indonesia

    Mas Admin berkata:
    makasih sudah merespon gelisah saya… mudah2an generasi penerus bangsa ini segera saja melakukan pembenahan untuk menjadikan bangsa ini lebih baik lagi… dan mudah2an banyak dari gnerasi penerus mau menempatkan diri menjadi guru2 panutan penginspirasi murid2nya

    Posted by Adhe Lynna P.S | Juni 5, 2007, 11:09 am
  3. yelh pak2 kok baru nyadar. uda terlambat. mau gimana lgi. gak bakalan mungkin bisa ngerubah semuanya. orang indonesia itu males semua.jadi susah untuk ngerubah semua itu.

    Mas Admin berkata:
    Saya sepenuhnya sadar kok… Mudah2an aja citra mengerti maksud saya dengan menulis artikel ini… Jepang butuh 200 tahun membangun kulturnya sekarang ini, hingga di bom atom, mereka hanya butuh waktu 10-15 tahun untuk recovery kembali… semoga saja, citra tidak termasuk orang Indonesia yang males, minimal bukan orang yang males posting di blog… hehehehehehe….. Amin

    Posted by citra | Juni 5, 2007, 6:12 pm
  4. ya nasib2 hidup di indonesia ini adalah sebuah mimpi buruk. sudah kebanyakan korupsi yang ngerugikan masyarakt indonesia sampai2 pendidikan terkalahkan. dengan negara2 lain. sebenarnya orang indonesia itu pintar2 tapi malas. sehingga hanya berpangku tangan. dan tidak menghasilkan yang kreatif.

    Mas Admin berkata:
    Sepertinya, Indonesia butuh sejuta Yeni untuk memajukannya, sehingga mampu mereformasi pendidikan agar bangsa ini tak lagi berpangku tangan dan tak menghasilkan bangsa yang tak kreatif… Amin….

    Posted by yeni | Juni 5, 2007, 6:20 pm
  5. Pak, kenapa ya negara kita tidak bangkit memajukan pendidikannya???
    Oh..ya pak kemaren itu blog pertamaku!!!

    Mas Admin berkata:
    Yang jelas negara ini membutuh orang2 baru yang fresh yang belum terkontaminasi macam fredy ini dan komunitasnya… penuh semangat untuk membangun pendidikan indonesia yang lebih baik….

    Posted by FREDY | Juni 7, 2007, 7:18 pm
  6. Turut berbela sungkawa atas mundurnya pendidikan indonesia… Kalo dulu guru dari indonesia dikirim ke malaysia untuk mengajar di sana, tapi sekarang?????? Indonesia malah mencari guru yang berasal dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia.

    Mas Admin berkata:
    Ya, dulu kita sempat menjadi kiblat pendidikan minimal untuk asia tenggara, tapi sekarang kita benar-benar terpuruk, mudah2an kesadaran untuk membangun pendidikan untuk lebih baik lagi menjadi kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.

    Posted by Anas | Oktober 3, 2007, 5:11 pm
  7. Wah Pak…Aku setuju banget ama Sampeyan… Indonesia kian kritis di bidang pendidikan. Apalagi sekarang mayoritas pelajar gak serius menuntut ilmu. Mereka pergi ke sekolah cuma untuk ketemu ama temen. Setelah punya banyak temen, trus punya pacar. Yah termasuk aku juga sih. Huehehehehe…

    Mas Admin berkata:
    Ya gitu deh! ehmmmmmm…

    Posted by FAHMIE - P.KETU | Oktober 5, 2007, 1:15 pm
  8. sungguh miris memang jika membaca artikel bapak tentang pendidikan indonesia ini yang hanya diisi oleh SDM buangan saja.Tak usah larut dalam kesedihan pak…kita hanyalah rakyat jelata yang tak akan pernah didengar suaranya.pemerintah hanya bisa obral janji dalam hal ini.(maklum pak,para wakil rakyat sedang sibuk buat ngurusin wakil parpol mereka masing2 dalam pilpres 2009)hehehehe….

    diambil hikmahnya saja pak,,,mungkin bapak tak mendapat gaji yang seberapa dari pihak sekolah…tapi,,,jasa dan pengabdian bapak selama ini pasti mendapat pahala yang lebih dari yang maha kuasa..amin….

    harap balas di blog saya!!!thanks

    Posted by DrGa | Oktober 9, 2007, 2:05 pm
  9. ass. pak q setuju bgt sm pendapatna coz q ngeliat skrg ni bnyak bgt siswa or siswi yg cm menjadikan skul sbg formalitas j bwt cr kerja pdhl tu kn g baek hrsna tu qt bner2 cr ilmu dg baek2 tyuss aplg nahasna skrg ni bnyk bgt ank yg di skul males2an n pd akhirna sbgai ajang cr pacar j . jd pd intina sperti tu deh !!!!

    Posted by a-nin x-3 | November 4, 2007, 3:54 pm
  10. bagaimana Indonesia bisa maju pak kalau penerus bangsanya(pelajar} dlm ber sekolah ada yg bolos,waktu pelajaran tidur dan sebagainya.seperti saya ini pak he…he…

    Posted by ferry | November 8, 2007, 5:02 pm
  11. ya semoga kita bangkit dari kemerosotan ini. Dan tuker link ya Pakk!!

    Posted by sundee | November 24, 2007, 9:40 am
  12. Ya,pak! Aku setuju sama Bapak! Apa lagi kalau dibandingin sama negara lain. JAaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuhhhhhhhhh banget…

    Posted by yuni | Desember 3, 2007, 10:36 am
  13. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan guru di negeri tercinta ini…

    Posted by Charles | Maret 24, 2008, 6:09 pm
  14. memang benar kata bapak, gaji guru di indonesia memang jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita. hal ini yang menyebabkan para guru tidak bisa konsentrasi mengajar para muridnya karena memikirkan bagaimana mencari uang tambahan, karena gaji sebagai guru saja tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga.

    Posted by zim | April 4, 2008, 11:03 pm
  15. askum……….yah…nilah kenyataan yg da bhwa kondisi pendi2kan di indonesia smkin amat sgt terpuruk skli……pdhl qt tau……….dhlu negara qt sgtlh THE BEST dlm bdg pndi2kn, nmun saat ni sgtlh berbnding terblik…..qt tertinggal dg ngra2 ttgga yg dlu SDMnya sja menimba ilmu di indonesia.Selain ltu mgkn pndi2kn di indonesia tertinggal jg krna pemerintah yg kurang memperhatikn nasib guru,mgkn ttg gaji yg kurang,,,tukn jg bsa mempngarui smgt mengajar mereka,pa krna gaji mereka DIKORUPSI y?oya 1 lgi…..yg pling membuat pendi2kn di indonesia tdk prnh maju krn SDMnya yg MALAS….BENER….

    Posted by revi | Oktober 10, 2008, 7:35 pm
  16. askum……….yah…nilah kenyataan yg da bhwa kondisi pendi2kan di indonesia smkin amat sgt terpuruk skli……pdhl qt tau……….dhlu negara qt sgtlh THE BEST dlm bdg pndi2kn, nmun saat ni sgtlh berbnding terblik…..qt tertinggal dg ngra2 ttgga yg dlu SDMnya sja menimba ilmu di indonesia.Selain ltu mgkn pndi2kn di indonesia tertinggal jg krna pemerintah yg kurang memperhatikn nasib guru,mgkn ttg gaji yg kurang,,,tukn jg bsa mempngarui smgt mengajar mereka,pa krna gaji mereka DIKORUPSI y?oya 1 lgi…..yg pling membuat pendi2kn di indonesia tdk prnh maju krn SDMnya yg MALAS….BENER….

    Posted by wika | Oktober 10, 2008, 7:43 pm
  17. saya setuju pendidikan sangat penting,karena kurang meratanya tingkat pendidikan dan pengendalian emosi diri membuat kita makin mudah terprovokasi dan tertinggal dg negara2 tetangga.Semangat pasti Indonesia akan lebih baik lg

    Posted by Dedy | Juli 22, 2009, 12:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: