//
you're reading...
Aktifitas, Family

Lebaran di Imogiri, Yogya

Pagi itu, 12 Oktober 2007, sebagian besar yogya yang mayoritas Muhammadiyyah, merayakan idul fitri lebih awal dari pada NU dan pemerintah. Suasana lebaran terasa sejak malam sebelumnya yang hingar bingar terdengar kumandang takbir di atas langit yogya. Meski tak semua merayakannya. Saya sendiri, yang berada di Tilaman, Imogiri, Bantul, merayakan lebaran lebih dulu.

Lebaran kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, tahun lalu masih diwarnai kecemasan, sedih dan putus harapan pasca gempa yang meluluhlantakkan keceriaan warga desa, tempat saya mampir meninggalkan jejak dalam petualangan hidup saya selama 7 tahun di yogya. Sementara tahun ini, guratan cemas mulai sirna dari wajah penghuni desa. Yang tersisa hanya bekas dan puing reruntuhan gempa dari bangunan yang sengaja dibiarkan tak direhab atau dibangun kembali, bahkan tak tersentuh seperti kondisi pertama dilanda bencana.

Terlepas dari perayaan idul fitri yang tak serempak, seluruh warga dusun tempat saya tinggal, berduyun-duyun menuju Kanjengan/kadipaten (dulu tempat persemayaman jenazah raja2 dan kerabat raja keraton yogyakarta sebelum dimakamkan di pemakaman Imogiri) setelah sholat idul fitri. Di halaman luas beratap langit kami berkumpul, yang anak2, pemuda hingga jompo tumplek blek jadi satu. Hebatnya lagi, ternyata tak hanya muslim yang hadir, kejawen dan kristen pun duduk bersama dlm satu forum bertajuk SYAWALAN tersebut. Acara inti yang paling menarik bagi saya adalah saling maaf memaafkan antar generasi.

Perwakilan pemuda berbicara di depan majlis. Menyampaikan permohonan maafnya yang kemudian dijawab oleh perwakilan dari para orang tua dan sesepuh kampung. Tak selang lama, seluruh warga berdiri saling berjabat tangan dan maaf memaafkan. Acara diakhiri dengan do’a dan ramah tamah yang diisi dengan ngobrol sesama warga dan para perantau yang kebetulan mudik. Pelajaran toleransi yang sangat berharga. Nusantara mini yang duduk dalam satu meja.

Keakraban lebaran yang digandrungi para perantau untuk mudik setiap tahunnya. Meski bukan warga asli, namun rasa memiliki demikian besar membekas di hati saya. Selalu ada keinginan untuk pulang menikmati kehangatan dan keakrabannya.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

7 thoughts on “Lebaran di Imogiri, Yogya

  1. Dengan datangnya hari Raya Idul Fitri ini ternyata dapat menambah keakraban antara umat beragama. Semoga keakraban seperti itu bisa panjang umur hingga tahun depan.

    Mas Admin berkata:
    Amin Allahumma Aminnnn… do’akan saja…

    Posted by fuad syamee | Oktober 20, 2007, 3:05 pm
  2. selamat idul fitri maap lahir batin. salam kenal juga mas

    Posted by de | Oktober 22, 2007, 6:31 am
  3. Met lebaran, Mas
    Minal Aidin wal Faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Posted by Edi Psw | Oktober 22, 2007, 7:18 am
  4. Selamat Hari Raya Idul Fitri Pak .. !!
    Minal Aidin Walfa Idzin … Mohon MaaP Lahir Batin ..
    X4 – ^^

    Posted by Giesza | Oktober 23, 2007, 2:18 pm
  5. IDUL FITRI bukanlah tentang baju baru atau makanan mewah dan enak. IDUL FITRI adalah saat-saat dimana ALLAH SWT mengampuni dosa-dosa kita.
    MET IDUL FITRI 1428 H, Minal Aidin wal Faidzin, Maapin Lahir batin ya Pak.
    GUBRAAKKKK…!!! (Aduh natap kursi pak!)

    Posted by PAMIE - P.KETU | Oktober 23, 2007, 2:25 pm
  6. pak..saya senag baca artikel yang bagian ini, coz bisa buat nambah wawasan sekaligus dongeng…heheheehe,, wah biz baca artikel ney jadi pengen ke yogya lagi… seBelumnya saya juga mengucapkan..seLamat hari raya idhul fitri, minal aidzin walfaidzin, mohon maaf laHir dan baThin…

    Posted by Ria cuTeZz.. | Oktober 23, 2007, 8:08 pm
  7. walaupun perayaan idul fitri berbeda-beda, tapi tetap intinya adalah sama. Saya mewakili kelas x-1 mengucapkan selamat hari raya idul fitri

    Posted by yan azmi | Oktober 25, 2007, 3:59 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: