//
you're reading...
Menyambut Hujan

Untuk Sang Kenangan

Hujan pertama pertanda musim penghujan hadir mengguyur malam yang memang terasa panas. Bau tanah basah hujan menyeruak masuk kamar. Kukeluar menatap langit yang gelap mengelabu. Samar titik rintik hujan yang agak deras tersorot lampu kampung yang temaram.

Aku hirup sedalamnya bau tanah. Kusambut ia seperti kusambut kekasihku yang lama tak sua. Kupeluk sekuatnya kenangan yang hanya akan kembali keindahannya bersama hujan. Aromanya selalu dan akan terus setiap tahun membangkitkan kenangan indahku bersamanya.

Padamu yang berlalu dalam hujan, kutulis ini untuk mengenangmu.

Kekasihku, meski tak pernah kupanggil kau dengan sebutan itu baik lisan maupun tulisan, kau tetap kekasihku. Kita memang tak pernah mengikrarkan diri sebagai pasangan yang memadu kasih, tapi hatiku lantang meneriakkannya dalam sunyi. Kita sejatinya tak pernah memproklamasikan diri seperti pasangan lain mengekspresikannya. Tapi, seluruh hatiku melantunkan senandung asmara rahasia, kutujukan padamu.

Aku engkau tak pernah mengakui lewat ucapan bahwa kita saling mencintai. Karena kita tak pernah memiliki keberanian untuk mendefinisikan perasaan kita. Yang kita lakukan hanya saling peduli, saling berbagi dan saling menjaga. Masih ingatkah perjumpaan pertama kita? Lantas sedemikian intensnya pertemuan berikutnya yang kita habiskan dalam diskusi, canda juga tangis. Ah, betapa naifnya aku, tatkala kau berlari menangis lantas menabrak dan memelukku di depan banyak orang sementara aku diam tanpa kata. Aku memang tak tau harus berbuat apa. Karena kali pertama aku dipeluk wanita yang sejujurnya pantang kulakukan.

Dan, hingga perpisahan datang, satu pun tak keluar dari mulutmu kata cinta. Kau hanya tersenyum getir tanpa berani memelukku. Hanya butiran kaca mulai menggenang di sudut matamu. Pun juga aku. Dalam canda tak lucu yang kau lontarkan bersama lambaian tanganmu makin menghunjam jantungku. Haruku tak terbendung, dalam kembaliku, tangisku meledak di sunyinya jalan.

Engkau meninggalkan selaksa keindahan, pesona dan keagungan…

Aku menunggumu dalam hujan…

[bersambung]

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

33 thoughts on “Untuk Sang Kenangan

  1. alowww,ni puisi ato cerpen pakkk????
    bahasanya puitis banget,
    nih pengalaman om gofur sendiri ya kasihan bgt!!!
    danken harr!!

    Mas Admin berkata:
    Bukan masalah ini puisi cerpen atau sajak! saya sendiri tak pernah paham betul definisi2 itu! juga bukan hal yang perlu dipertanyakan ini pengalaman siapa? kita baca saja, dan kita nikmati hujan yang akan segera menghampiri

    Posted by williams herry irw | Oktober 24, 2007, 7:18 am
  2. pak,nie kisah nyata ta??kenangan SMA ato gmn??
    hiks…hiks….mengingatkan aq akan kenangan ma mantanQ SMP.
    rasanya semua itu terlalu indah jika dilupakan.pokoqnya gak bakal ilang dari lubuk sanubari.haa9…..
    meski sekarang dia sibuk dengan kehidupannya, tapi aq selalu terbuka jika dia hadir dalam kehidupanQ lagi. Entah sebagai temen,sahabat, ato apalah terserah.

    Mas Admin berkata:
    cerita yang kutulis itu menjadi milik siapa saja yang membaca dan begitulah cerita itu mengalir mengikuti alurnya tanpa pernah berfikir milik siapa kenangan ini….
    simpan saja kisahmu dalam hujan, pasti ia akan kembali menemuimu setiap ia datang.. hehehehe…

    Posted by yi2n | Oktober 24, 2007, 7:31 am
  3. WAh….saya ga tau pak…kalo bahasa seperti ini, saya ga bisa ngasih komentar selain

    “AKU GA NGERTI MAKSUDE, PAK!!”
    kalo tentang hujan..
    kemarin juga hujan dirumah saya..saya juga jadi keingetan beberapa orang terpenting dalam hidup saya..
    MAK dan ADEK
    saya langsung meluncur kekamar mereka..
    TAKUT!!!!
    hehehe

    yang pasti,
    Two thumbs up 4 Your writting…
    Hopefully, i could be better like this, but, sure i Couldn’t..
    this’s not me
    i’m a quite nut-girl who can’t be such that serious-people..
    Sorry………

    Sweet smile,

    shei

    Mas Admin berkata:
    hehehehehe… masing-masing orang beda dong! kamu orangnya emang dalam canda dan riangnya dunia… hehehehehe.. so, ini kisah bukan untuk model orang sepertimu.. just for melancholist people like your friends… ini pesta menyambut hujan euuuyyy

    Posted by Shefti (shei) ; 34; | Oktober 24, 2007, 7:41 am
  4. ni puisi pa kenangan pak??? koq ngena bgt pak. tp sayang pak g hepi ending. ha..ha.. cupu lagi, masa nyatain perasaan ja g bisa. iihhh??? atoo jgn2 cinta b’tepuk sblh tgn yah….. duh..so sad bgt.. hoo..hoo

    Mas Admin berkata:
    hahahahahahaha… tanyakan saja pada hujan yang menyimpannya dalam-dalam! hahahahahaha….

    Posted by bahar as | Oktober 24, 2007, 7:55 am
  5. ooops…so sweeeet!!!
    ck…ck….ck…ck
    ehmmmmm….
    Yang lalu biarlah berlalu
    Yang datang biarlah dijelang

    Mas Admin berkata:
    ya memang, yang berlalu biar berlalu, emangnya mo diapain… hehehehehehe

    Posted by Fatimatuz | Oktober 24, 2007, 8:01 am
  6. Pak klo bener ini kisah nyata, maka bapak adalah orang yg sngat perlu dikasihani karena dari yg aku lihat ini sperti kisah kasih yg tak sampai di tujuannya dan hanya mbulet di situ2 aja.Tp aku salut cerita ini menggunakan bahasa yg amat sangat menyentuh,andai nsaja cerita ini tak bersambung maka bisa jadi aku menangis jika harus membacanya terus karena aku termasuk orang yg suka cerita2 yg romantis sekaligus menyentuh hati.Aku tunggu lanjutannya Pak…….!!!!!

    Mas Admin berkata:
    hehehehe… tanya pada hujan, apa ini nyata atau tidak! kuraslah air matamu! mengiringi hujan yang menyenandungkan keagungan cinta dalam peluk-Nya. tunggu saja lanjutannya bersama derasnya hujan…!

    Posted by ayu puspitasari | Oktober 24, 2007, 8:06 am
  7. waoo….. sungguh indah
    aku tak tahu ini kisah nyata atau puisi atau cerpen atau hanya kepalsuan karangan.
    Namun menurutku ini sungguh barisan kata-kata yang begitu indah
    Perasaan yang ada di karangan itu sungguh terasa
    memeang kadang kala kita sangat sangat begitu dekat dengan seseorang
    menerima pelukannya menerima kasih sayangnya
    tapi kita sendiri tidak dapat mengatakan balasan untuk jadi yang lebih……

    Mas Admin berkata:
    gak perlu dirisaukan apa ini kisah nyata pa bukan.. nikmati aja.. sering saya menikmatinya kok..

    Posted by devil | Oktober 24, 2007, 12:10 pm
  8. Pak, kerennn!!!!

    Pngalaman pribadi apa skedar iseng??

    Tp keren pak,.
    aQ bisa ikut ngrasain n aQ tharu bgt,.
    Karna ini jg hmpir sama apa yang sperti apa yg aQ rasakan,.

    aQ tunggu kLanJuTannYa Ya?

    Mas Admin berkata:
    Jangan tanya ini pengalaman pribadi atau bukan? biar saja hujan menyimpan dalam-dalam..

    Posted by sanTi kLinci | Oktober 24, 2007, 3:14 pm
  9. wah,jadi kemaren dirumah bpk hjan jg terus lampu mati g?tapi sayang hujannya cuma bentar ditambah malam hari jadi q gak bisa tercium bau tanah yang tercampur air hujan

    Mas Admin berkata:
    gak lampu mati kok!

    Posted by tutik purwanti | Oktober 25, 2007, 7:06 am
  10. Pak, Pak, Pak! nelongso atiku tidak bisa memiliki …..mu

    Mas Admin berkata:
    ya sudah.. sabar saja.. tunggu aja penggantinya…

    Posted by Dian Karina R | Oktober 25, 2007, 7:15 am
  11. waduh Pak.. kok bersambung??????? kapan diterusin… woro2 ya pak klo udah da terusannya…
    daleeeeeeeeeeemmmm bok…
    jadi terbawa arus trus tenggelam huehehehe…
    awas ketauan istri lho Pak…
    siiip lah…

    Mas Admin berkata:
    hahahahahahaha… diterusin kalo dah turun hujan, karena dia yang nyimpen.. ketauan istriiii?! hahahahaha…

    Posted by RISKY INDAH SWARI | Oktober 25, 2007, 8:52 am
  12. Tanpa terasa..Walaupun hanya Gerimis yang membasahi sekeliling kita tapi kita tetap bersorak bahagia ketika hujan itu tiba.Toh nanti akhirnya hujan sesungguhnya pasti akan tiba ,Membasahi tubuh kita dan mengaliri sawah-sawah yang gersang seperti artikel bapak ini yang seolah menjadi air di daerah yang kekeringan.

    Mas Admin berkata:
    ehmmm, sedemikiankah? sungguh tak demikian yang saya sangka..? hehehehehe

    Posted by DrGa | Oktober 25, 2007, 10:45 am
  13. huuu….huuu…. kacian bgt..!!!
    Sbg seorang cwo harusnya berani mengungkapkan perasaannya pada seoarng cwe bukan malah cwo menunggu kata cinta dari seoarang cwe.Cinta ngga hanya di ungkapkan dgn sikap tapi cinta juga di ungkapkan dgn kata2.
    Beranikan diri anda untuk mengungkapkan perasaan pd org yg anda sayang sebelum orang itu pergi meninggalkan anda….

    Mas Admin berkata:
    dasar anak muda!! terlalu dangkal jika kita mengataknnya.. btw, tanya aja pada hujan jika ia sudah tiba…!

    Posted by bigost | Oktober 25, 2007, 10:59 am
  14. So sweet.
    Hebat.
    Gak banyak orang yang bisa menuliskan kejadian yang pernah dialami dengan kata2 yang bisa membuat orang merasa itu indah.Tapi anda bisa, dan akan selalu bisa.
    Pasti banyak yang nunggu kelanjutannya, tapi apa setiap turun hujan Bapak bisa melanjutkan cerita unique ini?

    Mas Admin berkata:
    Mudah2an selalu bisa..! amiiiiiiin..! Sepertinya hujan akan memberi banyak hal pada hidup saya..! Tunggu aja kelanjutannya..!

    Posted by Ni Luh | Oktober 25, 2007, 10:27 pm
  15. pak ceritanya bagus lho. kata2 nya puitis banget……. pak cerita nya itu tentang cinta pertaanya pak gempur ta? ( so sw3et…..)
    oy aku tunggu lho sambungan ceritanya
    terakhir dari aku ^OK^

    Mas Admin berkata:
    tunggu aja huujan turunnn!

    Posted by U-ly@ | Oktober 26, 2007, 10:22 am
  16. Ya alhamdulillah karena aku juga merasakan aroma udara kesejukan Thank’s or U Allah

    Posted by Aditya | Oktober 26, 2007, 2:32 pm
  17. ————————RESENSI—————————–
    Untaian aksara mencuat dari suatu impuls otak kanan, kenangan.
    bertolak dari pengalaman, atau angan kenangan si penulis. atau mungkin pengangkatan/pencomotan dari suatu lembar harian pagi??.
    Tapi, setelah melihat lebih dalam, mencuat kebingungan informasi otak antara ini suatu bentuk puisi ataukah cerpen bersusun untaian kata-kata yang sanggup memunculkan image keindahan seni?.
    Tapi, dari suatu sisi, terdapat bakat dalam penciptaan karya ini( tapi dalam opiniku). yah, lumayanlah menghibur para melankolisis. juga bisa kita nikmati sambil menggaruk-garuk kepala meskipun tiada tahu apa maksudnya.
    he he he…..

    Mas Admin berkata:
    hahahahahaha.. gak usah bingung.. garuk-garuk kepala aja.. gak perlu mendefinisikan ini puisi atau cerpen.. hahahaha.. tiwas bingung.. nikmati saja untuk hiburan.. tentunya para melancholist.. hahahaha

    Posted by BOULAHRUZ(khaled) | Oktober 27, 2007, 1:07 pm
  18. wuih..wiuh..paak..saya sampai ga’ bisa berkata-kata.tu seperti ungkapan hati kan pak.kata-katanya indah+bagus buanget.T-O-P B-G-T dh.saya tnggu kelanjutannya ya Pak…semoga ada hujan lagi yang bisa membuat Pak Ghofur bisa berinspirasi lebih baik lagi.tak tunggu…🙂

    Mas Admin berkata:
    Selamat menungguuu .. hehehehe.. btw, thanks..

    Posted by Ana | Oktober 28, 2007, 12:03 pm
  19. Bagus, Pak. aku benernya juga sering bikin tulisan kayak itu tapi aku mesti gak berani mempublikasikannya palingan cuma aku kirim ke emailnya sahabatku dan biarkan akan selalu tetap sahabatku yang mengkonsumsinya …

    Memang dalam hujan akan mengingatkan pada suatu kenangan dan menurutku itu sebagai terapi supaya kita nggak pernah lupa sama kenangan buruk atau baik yang terjadi dalam perjalanan kita…. jadi, tulisan itu akan selalu diperlukan bahkan diabadikan sebagai suatu proses pembelajaran ke depan. “Tetaplah berkarya dalam derasnya hujan sekalipun.” Nha,itu dapat dijadikan pelajaran “tetaplah melanjutkan hidupmu meski cobaan tak henti menyertaimu…” CHAYOOO…!!!!!!

    Mas Admin berkata:
    Kenapa gak berani dipublish? takut pacar marah?! atau takut gak ada yang mo ndeketin?! ato takut ketauan teman2 … hahahaha.. Intelektualitas dan wawasan serta pengayaan jiwa dapat cepat berkembang kalo kita berani mebentur-benturkan pemikiran kita dengan pemikiran orang lain.. so, don’t afraid to shadow of your mind..

    Posted by Hiprita | Oktober 29, 2007, 9:01 am
  20. apakah hati kan selalu mengalah karena gengsi?? atau gengsi selalu mengalahkan hati. biarlh dia datang saat hujan dan menyisakan keindahannya dalam bias warna pelangi yang datang saat hujan terdiam.

    tabahkan hati sabarkan diri tunggulah keindahan yang lebih indah dari keindahan yang pernah kau bilang indah di hidupmu….

    Mas Admin berkata:
    hahahahaha.. percayalah, sang tokoh dalam tulisan di atas sangat sabar loohh! tanya aja pada hujan! hahahaha

    Posted by dj anuar | Oktober 29, 2007, 9:06 am
  21. Cinta musuh di saat kita patah hati, cinta sahabat jikalau kita kita jatuh cinta. Emang cinta bukan segala hal untuk di jadikan syarat untuk diri kita. Walau cinta hadir dalam diri kita, cinta telah merusak semua kebahagiaan dalam diriku, cinta menghapus keceriaan. Sekarang cinta tidak bisa dijadikan sahaba, setinggi tinggi kehebatan cinta lebih tinggi kehebatan sahabat. Semua yang ada dalam diri kitabahwa cinta itu tidak lahnyata hanya dunia maya..

    Posted by Pere | Oktober 30, 2007, 3:12 pm
  22. wah..ternyata omQ yg 1 ni puitis jg yach..
    tw gt Q bs mnt ajrin bwt puisi donk..
    klo dihayatin bkin cedih jg yach..
    hikz..hikz..hikz..
    tp yg nmany kenangan hrz dsimpan N slalu diingat..
    palagi kenangan yg indah..
    tu Q dsaranin ma ank lho om..
    so klo g setuju ma kta2 tu..
    tonjokn ja ankny.. he2x.. ^.^

    Posted by rizna | Oktober 30, 2007, 7:03 pm
  23. Pak kemarin kan hujan sudah mengguyur Surabaya
    berarti kelanjutan ceritanya udah dibuat kan!?
    Saya tunggu kisah selanjutnya..

    Posted by eblin | Oktober 31, 2007, 11:49 am
  24. Pak yang pastinya hujan pertama itu bertanda lampu mati akan tiba !!! he…3x

    Posted by Ryo grup loveisenemy | November 1, 2007, 6:33 pm
  25. sumpah pak begitu aku ngelihat tulisan bapak aq sungguh terharu pak!!! karena e karena banyak amat yg harus di baca!?! gak ko’ pak bener, q jga isa ngerasain turunnya hujan itu bisa ngingetin kenangan2 indah T_T.

    Posted by Ryo grup loveisenemy | November 1, 2007, 6:42 pm
  26. Cinta itu indah,,, dy hanya akan menyiksa dirimu, membuangmu seperti sampah dan meninggalkanmu begitu saja, maka jauilah CINTA !!!
    Cinta itu indah,,, dy tidak akan menyiksa dirimu, menyimpanmu dalam hati, dan kan menemanimu setiap saat, maka dekatilah CINTA ^_^
    Pere

    Thanks pak dah menyadarkan aq selama ini,,

    Posted by pere | November 1, 2007, 7:09 pm
  27. Ass. Pak tulisannya sangat mengharukan meskipun saya kurang memahami apa arti tulisan itu. Tapi dengan saya membacanya membuat hati q tersentuh…..???? jangan lpa bls ya pak???? Maaf kalau komen saya kurang baik maklum masih belajar????

    Posted by Noerdin 10-2 | November 19, 2007, 10:34 am
  28. so…sweet,pak….

    kadang kala memang cinta tak bisa terkatakan ato terungkapkan.
    cinta memang menyenangkan tapi kadang kala menyakitkan
    saat2 b’samanya adl saat2 mnynangkan n saat2b’pisah adl saat2 mnyedihkn
    namun alangkah lbh baeknya bila di dlm semuanya itu kita mampu tersenyum sbg tanda kita bahagia bersamanya

    Posted by veron | November 23, 2007, 11:22 am
  29. jadi mengingatkan pada dirinya (haiah)

    Posted by khuclukz | Desember 6, 2007, 5:38 am
  30. hujan memang indah…. seindah rasa sakit yang diberikan di tiap tetesnya…

    Posted by nfath | Desember 16, 2007, 10:04 pm
  31. Hujan , akan segera menghapus jejaknya yg telah pergi pak..😀

    slm knl,
    bloggerngalam.

    Posted by perempuan | Juli 22, 2008, 4:16 pm
  32. Pak admin…. klo boleh saya kasih comment tetapi maaf klo kurang berkenan…..

    Menurut saya seni anda dalam buat suatu hasil seni udah bagus om, tapi ada satu kekurangan yg mungkin bisa menjadi referensi untuk karya selanjutnya ialah jika anda menyembunyikan siapa tokoh dan apa jalan ceritanya klo bisa jangan setengah2, klo emang ingin anda sembunyikan lukiskanlah tokoh / jalan ceritanya dengan sebuah kiasan yg memang sulit untuk pembaca mudah mengerti jalan ceritanya secara langsung (dengan maksud menyimpan makna yg tersirat) agar tidak terkesan seperti curhat yg nanggung seperti diatas. akan tetapi jika anda ingin curhat sekalian tunjukkanlah bahwa tokoh itu adalah anda atau siapa.

    dan mungkin 1 lagi agar kesannya lebih dramatis, anda bisa menambahkan sesuatu tentang kematian…..kerinduan kepada yg lebih hak dll….agar makna dari hasil seni itu dapat berbobot……mungkin anda bisa bergabung di millis BUMA (bunga matahari) …..:P

    ok maaf klo commentnya kurang berkenan yaaa…….
    maklum orang gila……weheheheheheheh

    Posted by Orang Gila Dari Timur | Juli 22, 2008, 4:59 pm
  33. That’s understandable that money can make us independent. But how to act if one has no money? The only one way is to try to get the loans and just bank loan.

    Posted by StacyFISHER29 | Agustus 20, 2011, 9:56 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: