//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

Budaya copy-paste

Tengah ramadhan kemarin, sekolah tempat saya mengajar, mengadakan UTS [Ulangan Tengah Semester] yang dilaksanakan secara serempak. Masing-masing guru diberi tugas membuat soal, mengawasi ulangan tersebut, mengoreksi dan menilai kerjaan siswa. Semua dilaksanakan sendiri dan bukan guru lain yang melakukannya. Hampir sama dengan ulangan harian biasa, bedanya, ini dikoordinir dan dilaksanakan serempak sesuai jadwal yang ditentukan sekolah.

Selain menyesuaikan dengan aturan main kurikulum dan kebijakan yang diterapkan sekolah, diharapkan UTS kali ini lebih optimal hasilnya dan akurasinya tidak terlalu jauh dari realitas kemampuan siswa, kira-kira demikian maksudnya.

Harap diketahui, pelaksanaan ulangan yang dilaksanakan secara terkoordinir dan diawasi bukan oleh guru pengajarnya sendiri, seringkali menimbulkan polemik. Salah satu di antaranya adalah seragamnya hasil ulangan, dampak dari lemahnya pengawasan dan efek dari rendahnya komitmen pengawas/guru serta rendahnya orientasi keilmuan di kalangan siswa.

Saya sendiri berharap, hasil yang didapat dari UTS kali ini sesuai dengan yang diharapkan. Namun, keadaan di lapangan tidak demikian. Ramadhan tak menjadikan siswa gentar untuk meng-copy kerjaan temannya lantas mem-paste-nya secara manual di kertas ulangannya. Bahkan peringatan yang saya berikan dari yang lunak hingga yang keras tetap tak mempan untuk membuat siswa bekerja mandiri. Meski tak semua siswa demikian namun hampir di setiap kelas pasti ada dan ada satu kelas terparah yang saya hentikan ulangannya di tengah jalan dengan menarik semua lembar jawaban.

Hasil akhirnya, saya tak tau secara persis peta kemampuan siswa saya. Bagaimana mungkin memetakan sesuatu yang hampir seragam. Entahlah, kepala jadi pening, saya belum mampu mengurai akar budaya copy-paste di kalangan siswa ini.

– – – * * * – – –

Saya teringat kampanye JACP (Jangan Asal Copy Paste) di dunia cyber, juga kasus kemenangan blog murid saya yang kontroversial. Untuk kasus murid saya, harap dimaklumi, ketaksengajaan dan ketaktahuan akan hak cipta mengakibatkan accident ini terjadi. Sungguh beruntung saya mendapat pelajaran berharga dari kasus ini.

Saya pun teringat akan maraknya jual beli skripsi, makalah, paper dan lain-lainnya baik dalam bentuk fisik maupun digital. Yang mana hal ini sudah seperti mendarah daging di kota-kota besar. Sedemikian permissive-kah?

– – – * * * – – –

Dari pada melantur jauh, saya coba kembali ke siswa. Satu hal yang paling konyol dan membahayakan adalah tindakan copy-paste (baca: contekan) yang dianggap sebagai perbuatan mulia, atas nama kekompakan kelas, solidaritas sesama teman, jika tak mau berbagi dianggap sok pintar, sombong, egois dan asosial. Kalau sudah kena yang seperti ini, saya menyerah saja.

Dalam hati saya bergumam: “Kalau hasil kerja orang lain dianggap sebagai kerja sendiri, jangan-jangan kalau mereka sudah lulus nanti, uang orang lain dianggap uang sendiri, istri orang lain dianggap istri sendiri, harta orang lain dianggap milik sendiri…”

Emmmmmhhhh…..

Sepertinya, bangsa ini memang layak ditimpa bencana….

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

20 thoughts on “Budaya copy-paste

  1. Masak kayak gitu pak.Sekarang bagaimana kalau gurunya ngasih soal sulit banget.kalau gak bisa masak dikosongin.kalu yang dikosongin satu nomer sich nggak apa-apa pak tapi bagaimana kalau yang dikosongin semua nomer.Dapat ENOL dong pak.Bagaimana kalau lupa rumusnya masak bikin rumus sendiri dah profesor donk.Sekian dan pak jangan didoakan bangsa ini kena bencana donk kan kasihan.

    Mas Admin berkata:
    Hahahahahahahahaha… masalah terbesarnya adalah hal ini sudah sedemikian membudaya, dilakukan secara massif dan ini mengkhawatirkan.. kualitas diri tak terukur, dalam skala makro, kualitas bangsa akan jadi seperti apa.. jika ingin mengubah dunia, maka ubah dari hal yang kecil.. selamat berfikir!

    Posted by giono nurcahyadi | Oktober 26, 2007, 10:18 am
  2. wAh,,kayaknya guru bAngEt nih!cukup mewakili perasaan semua guru..tapi pak,kami sebagai siswa juga tidak bisa disalahkan begitu saja..kalo soalnya sulit gimana pak??????apalagi kalo guru bid.studynya ngajarnya ngga’ sepenuh hati..malah parah hasilnya pak..mencontek alias “copy-paste” sudah mendarah daging dan turun temurun,,betul ga’???? ;>

    Mas Admin berkata:
    dalam hal ini saya tak hanya mengkritisi para siswa, tapi seluruh elemen yang di antaranya guru juga yang melakukan tindakan yang sama.. saya juga pernah melakukannya, tapi berjuang dengan keras untuk tak melakukannya.. setidaknya sudah saya mulai sejak sma dulu..

    Posted by angez | Oktober 26, 2007, 10:29 am
  3. PUNTEN…….
    ASS……….
    Pak,,,,!!!
    klo P.Ghofur ktnya mrip A.Dhani…..,,,,Aq bleh kan jadi MAIA nya…..!!!!!!!!
    HE….HE…..245456X.
    sry justkid,,,
    thnx
    wss

    Mas Admin berkata:
    waduhhhh… ada komen nyasar!!

    Posted by MAIA A. | Oktober 26, 2007, 10:31 am
  4. Buat soalnya studi kasus saja. Jadi harus merupakan opini dari mhsw-nya sendiri. Tapi kalau eksakta ya ngga bisa ya? Hehehe…

    Salam kenal.

    Mas Admin berkata:
    makasih dah mampir

    Posted by Emanuel Setio Dewo | Oktober 26, 2007, 10:44 am
  5. ASS….
    oia Pak, bnere aq pngin bgt ikut buat website,tp kyanya mustahil klo aq yang ikut soalx d kls q bnyak yang lebih ahli. pak knp gak d ajarin smua aja biar mbaur!!!!!!!!!!
    wss.

    Posted by MAIA A. | Oktober 26, 2007, 10:49 am
  6. Ass,pak ju2r ja biz baca itu q jd MeRiNdInG!!!!(tp,syg pak!ga’dicantumin pasal2 yang menj’rat dr Thn ma manusia,biar lebih MEResapi gitu!!…..mMg agk sdkt nyindir sich!!!…mGk ja tujuan bapak “MenYeLaMaTkan Qt dari lembah jht Bdy copy paste”…Dan mdh2an, hal tersebut bisa dihindari ma sma…Amin….I wanna say “AfwAn” n’ “SuKrIyA”..WaS

    Mas Admin berkata:
    amiiin.. mudah2qan kita bisa mnjadi diri kita sendiri dalam berprinsip.. aminn

    Posted by SuRE | Oktober 26, 2007, 11:06 am
  7. Rasa memiliki atau lebih tepatnya saling memiliki hanya berlaku dalam beberapa konteks.
    Budaya ini sudah berlaku sejak jaman penjajahan dulu.Bukankah para pejuang2 kemerdekaan berjuang karena rasa saling memiliki tanah air?bukankah mereka saling bantu-membantu mengusir penjajah adalah dengan menjunjung solidaritas?
    Dalam ujian juga siswa/siswi sedang berjuang,. berjuang memerdekakan diri dari tekanan2 sekitarnya.Tekanan akan malu jika tidak lulus, nelangsa dicap si bodoh karena nilai nilainya menempati urutan bawah, tekanan tidak dapat mewujudkan harapan orang yang telah membesarkan kita, dan macem2 lainnya.
    Menurut saya budaya yang tergolong simbiosis mutualisme beserta pembatasan2 yang mendampinginya itu sudah merupakan budaya yang selalu ada dalam hidup, dan mungkin hanya akan berbeda dalam konteksnya aja.
    hehehe….
    keeP StronGer 4 all copy-pasteers!!

    Mas Admin berkata:
    Ternyata benar dugaan saya.. sayangnya, perjuangan yang dimaksudkan salah kaprah.. dan saya sadar sepenuhnya, siswa memang tak satu-satunya yang salah.. gurunya memiliki andil besar menjadikannya demikian, pun orang tua, masyarakat, dan sistem sosial yang sedemikian akut.. emmmhh… sudahlah.. jika memang harus demikian..

    Posted by Mr.PenTink | Oktober 26, 2007, 11:16 am
  8. “Kalo mo nyoncek cantumin aja sumbernya biar gak dikira copy-paste misal: no.1 sumber: xxxx (kelas xxx)” Just kidding… He3x

    Di kampus saya kalo ketahuan nyontek, ngerpek, liat buku, tanya temen waktu ujian UTS atau UAS, maka nilai semua mata ujian menjadi nol… alias Gak lulus selama 1 semester. Itu membuat para mhs menjadi takut dan enggan untuk nyontek. Gimana kalo dibuat aturan yang tegas kayak gitu…

    Mas Admin berkata:
    usulan yang bagus.. tapiiii… emmmmmmmmmmmhhh..

    Posted by Anas | Oktober 26, 2007, 4:16 pm
  9. aku menghargai curhatan pak ghofur tentang copy paste tetapi kalau soalnya sulit banget spt soalnya bu pudji mat gimana dong pak ???

    Mas Admin berkata:
    ya kudu banyak belajar.. tapi kalo seluruh kelas merasakan hal yang sama trus hasilnya rata2 di bawah pengharapan, mesti ada yang salah! gurunya atau cara belajar kita yang salah! ..

    Posted by sisky adam m | Oktober 26, 2007, 7:05 pm
  10. Para Guru Mengatakan:Bantulah Temanmu yang sedang dalam kesusahan dan berbagilah kamu dengan orang di sekitarmu di saat kamu sedang Bahagia

    Al-Qur’an juga Mengatakan:”tolong-menolonglah kau dalam hal kebaikan”.

    Mungkin Ketiga hal diatas adalah dasar pemikiran saya yang tidak hanya Meng-copy pekerjaan teman tetapi juga Memberi Copy-an nya bisa dalam bentuk Kertas,CD ataupun kaset.hehehehehehehehehehehe

    Mas Admin berkata:
    Dasaaaaaaaaaaaarrrr!! hehehhehe

    Posted by DrGa | Oktober 26, 2007, 8:36 pm
  11. Y gpp pak kalau seandainya ada anak yang g bisa gmn lho pak?

    Mas Admin berkata:
    kalo gak bisa, napa gak jujur aja kalo gak bisa, pasti ada evaluasi dan perbaikan, kesempatan selalu terbuka asal kita mau dan tak malas..

    Posted by Aditya | Oktober 27, 2007, 1:33 pm
  12. Pak,maaf kan saya pak, saya waktu itu juga mengcopy paste(tanya) pada teman di belakang saya pada waktu uts mata pelajaran bapak. waktu itu soalnya yaitu sebutkan 5 server peneyedia blog secara gratis selain blogger & word press dan juga penyedia e-mail selain yahoo & g-mail. Tapi saya adalah seorang manusia biasa dan seorang pelajar yang butuh nilai maafkan saya ya pak. Insya Allah saya tidak akan mengulanginya lagi dan saya akan belajar lebih giat lagi.

    Posted by rizal | Oktober 27, 2007, 1:55 pm
  13. pak saya minta maaf pada uts pada mata pelajaran bapak saya juga tanya pada teman saya. waktu itu soalnya yaitu sebutkan 5 server penyedia blog selain blogger & word press dan juga 5 server penyedia e-mail selain yahoo & g-mail. Waktu itu soal itu sangat sulit tapi setelah aku pelajari ternyata saya bisa menyebutkan soal di atas dg mudah. Insya Allah besok-besok saya tidak akan mengulangi perbuatanku lagi dan saya akan belajar lebih giat lagi.

    Mas Admin berkata:
    tu khann! apa saya kata, gak ada yang sulit kalo kita mau perluas wawasan dan belajar dengan bener.. mudah2an ada perbaikan.. amiiinnn

    Posted by rizal ardiansyah | Oktober 27, 2007, 2:03 pm
  14. Iya Pak sekarang lagi marak Copy – Paste … SOalnya banyak orang sih yang mudah putus asa, jadi tinggal klik Copy – Paste aja Pak ..
    Tapi kalo kita skali – kali Copy – Paste gpp,
    tapi kalo buat pribadi aja … Kalo tugas utama ato tugas dari Guru jangan Copy – Paste … sama aja mencontoh pekerjaan orang laen … Jade budaya Copy paste hanya untuk pribadi aj ..
    Seharusnya ada Program/Aplikasi yang bisa detect orang COpY Paste, hwe2 ^^

    Mas Admin berkata:
    lha yang ini nih yang bikin copy-paste jadi permissive.. “kalo kita skali – kali Copy – Paste gpp”.. lama-lama jadi budaya lagi.. ehmmm.. tp usulanmu menarik juga, di dunia internet, sudah ada tuh yang bikin http://www.copyscape.com – web anti plagiarisme..

    Posted by Giesza | Oktober 27, 2007, 6:38 pm
  15. Kadang nyontek itu deperlukan lho pak…
    Kan yang namanya usaha boleh, klo udah belajar semalam suntuk tapi tetep ga bisa, jalan satu2 nya ya nyontek.
    Nama juga masih anak sekolah.
    Yang penting kan ga kebablasan.
    Pak Ghofur dulu waktu masih sekolah juga sering nyontek kan😉
    Hayoo ketahuan….Hehehehe

    Mas Admin berkata:
    kalo mo jujur, jarang sekali saya copy-paste.. sejak saya sekolah dulu.. bukannya sombong lhooo! pernah suatu ketika, ada satu mata kuliah yang dapat “D”, buruk tapi tetap lulus, oleh teman2 dan dosen disuruh mengulang, tapi tetap saya tak mau mengulangnya.. Nilai “D” di transkrip nilai saya hanya untuk membuktikan bahwa saya manusia biasa yang pasti ada kelemahannya, bukan “Superman” yang serba bisa.. Itulah kenapa saya “pelihara” nilai “D” untuk mengenang betapa biasanya saya seperti manusia lainnya.. hehehehehe

    Posted by Ni Luh | Oktober 28, 2007, 12:00 am
  16. Nyontek adalh berkah tersendiri untuk siswa, nyontek tidak kalah menariknya dgn ngrjkan sendiri, karena nyontek juga memerlukan kecerdasan strategi, dan harus bisa berpikir secara logis dan mengira-ngira apakah jawaban yg kita contek itu benar, tidak asal nyontek,, tapi klo saya sih nyontek itu hukumnya haram jika klo tidak terpaksa hwheheheheheh,,,,

    Mas Admin berkata:
    Sayang seribu sayang! kenapa energi positif seperti kecerdasan strategi dan berfikir logis digunakan untuk menyontek, kenapa kita gak berfikir untuk digunakan mempersiapkan diri sebelum ujian.. berarti masih kurang cerdas.. hehehehe

    Posted by pere | Oktober 28, 2007, 8:45 pm
  17. Huahahahahahahaha….
    Maap banget pak!!! Pamie adalah salah satu dari beribu warga SMALVEN terutama IKAN SEPAT yang menjadi korban copy-paste ulangan itu. Yah… Begitulah pak anak muda jaman sekarang. Makin dilarang makin bernafsu untuk mencoba. Maklum yo Pak. Tapi hasil ulangan komputer Pamie lumayan asli lho pak. Cuma copy-paste beberapa nomer doank. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

    Mas Admin berkata:
    Yo wislah.. gak perlu minta maap, untuk semua saja, baiknya saya dan kia semua memperbaiki diri.. Semoga kita bagian dari yang memperbaiki diri.. amin

    Posted by PAMIE - P.KETU | Oktober 28, 2007, 8:53 pm
  18. cayo pak,inikah budaya bangsa kita,bisakah kita menghapus budaya nich
    teyuzzz sekarang siapa yang salah????/
    kapan bangsa ini bisa maju klo sdm nya kaya gini

    Mas Admin berkata:
    kalo mo nyari orang yang salah, mati dulu aja, trus siapa yang dapat siksa kubur, nah ntuh baru yang salah… hehehe
    budaya ini bisa dihapus dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi dibarengi rendah hati.. Insya Allah, kita akan menjadi bangsa yang besar sekaligus santun dan tidak arogan… amiinn

    Posted by williams herry | Oktober 29, 2007, 8:33 am
  19. Wah, budaya yg keren!! Gimana klo dilihat dari sisi lainnya om? dari sisi ‘pemberi semangat’… orang” yang memberikan paradigma nilai bagus diatas segalanya, bahkan kejujuran sekalipun.. paradigma tentang nilai buruk berakibat masa depan buruk (gak lulus lah, gak naik kelas lah, diincer guru lah). Gak cuman guru, ortu dan masyarakat justru berperan utama dalam membangun kepribadian ini. Juga bagaimana dengan sistem penanaman jiwa “nggampangno” yang terus terang sudah membumi hati dengan kita? pembenahan memang sulid om, tapi klo gak ada yang memulai, kapan lagi?!? klo gak ada yang mencoba membenahi, siapa lagi?!? klo gak ada yang ngasih contoh, mo gimana lagi?!?

    Tetep semangat lah mas, kita butuh orang” seperti anda. Banzaai!!.. Douzo Ganbatte Ne..!!

    Posted by nFath the Chaoz | Oktober 30, 2007, 11:45 pm
  20. Omong2, makasih telah meyinggung masalah saya..
    Saya memang buta masalah hak cipta..
    Tapi karena ulah copy-paste saya itu kali ya pak, anak2 sekarang mengembangkannya sebagai budaya baru di sekolah..
    Hehehehe..😛

    Peace!!

    Posted by eblin | Oktober 31, 2007, 11:39 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: