//
you're reading...
Menyambut Hujan

Untuk Sang Kenangan [bag.2]

Hari-hari terasa suram tertutup mendung. Hujan mengguyur, menggulung semangat,  berganti sayunya matamu. Aku menatapmu dalam ragu. Ingin kumemelukmu untuk sekadar sedikit saja mengambil beban berat di pundakmu, tapi, aku hanya membisu batu menikmati isakmu.. Aku terbelenggu norma..

Kau habiskan waktu bertutur episode demi episode kepedihan bahkan kengerian yang mengiringi perjalanan hidupmu. Kau ceritakan dengan sungging senyum berlinang air mata. Hatiku bergejolak bergelora tak tentu rasa. Aku tertikam gelisah!! Tak tahu mesti berbuat apa!

Kau buka babak tragedi yang menguras habis pikiran dan hatimu yang hanya menghasilkan kepenatan dan putus asa akan hidup. Tapi, kau tetap setegar gunung meski gejolak di dalam dada siap memuntahkan api amarah yang meluluhlantakkan sekelilingmu.

Hingga kau cerita tentang satu kisah yang mengoyak habis hidupmu, yang hampir membuatmu terbunuh dalam sedih tiada tepi. Egoku terusik tersentak membuncah merajalela! Namun, ikhlasmu memasungku dalam gelisah tiada tara sekaligus menamparku dari ketaksadaran dan membekaliku dengan senjata terampuh untuk melawan! Aku tak tahan, aku tak tahan mendengarnya! Kuraih wajah mungilmu, kutatap matamu yang basah berderai deras air mata.

Aku tegak dalam amarah mengundang bencana. Sementara, tangan kecilmu memegang erat kakiku, dalam isakmu, kau berkata: “Jangan mengotori perjuanganku dengan amarahmu, jangan kau hapus pengorbananku dengan murka sesaatmu, aku ikhlas untuk ini semua”…

Perlahan amarahku mereda berganti tanda tanya mengapa. Aku tak berdaya, aku terduduk dalam diam, rangkaian kata dari mulutmu meluncur tak terbendung bernada nestapa. Hujan semakin deras, tangismu semakin kencang, tubuhku berguncang hebat, dukamu tak tertanggungkan dalam diamku, meledakkan tangis kepedihan dan ketakberdayaan luar biasa.

Tangis kita lebur bersama derasnya hujan..

………………………
………………………
………………………

Kekasihku, begitu banyak yang kita alami dalam singkatnya pertemuan kita.. begitu banyak kenangan tertinggal yang sungguh bermakna. Dalam hujan kita mengikat kenangan dalam-dalam. Hanya semusim kita menghabiskan semuanya.

Engkau meninggalkan selaksa keindahan, pesona dan keagungan…

Aku menunggumu dalam hujan…

[bersambung] 

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

16 thoughts on “Untuk Sang Kenangan [bag.2]

  1. cie……puitis ni ye…..pak,koq alamat blog saya gak dimasukin link sih??? alamatnya aze-mcrmania.blogspot.com jangan lupa lho… ni aziz X-2

    Posted by aziz | November 6, 2007, 7:50 pm
  2. Ya la pak ngene ta sing jenenge puisi.battle ta pak?jok sensi lo pak just kidding

    Posted by GNC | November 7, 2007, 12:05 pm
  3. weleh-weleh, dongeng opo pantun kuwi pak?!?! nek ngene carane, adikku yo isok turu pak! puisi iku koyok ngene lho pak

    KESUNYIAN
    ………….
    …………..
    …………
    …………..
    ………….
    …………..
    ………..
    ……..
    ngono lho pak!
    hwa ha ha ha!
    ojo salah tompo lho pak! mengko aku dicegat nang dalan, he he he

    Posted by boulahruz | November 7, 2007, 12:12 pm
  4. Wah. kelanJuTannya keren..
    PuiTis bgT..

    Tp koq bersambung Lagi seh..
    Jadi penasaran kelanjutannya,,

    Tp kapan tamatnya??

    He..3x

    Posted by sanTi kLinci | November 7, 2007, 2:07 pm
  5. *) GNC dan boulahruz :
    waduh, nih orang susah amat dibilangin ya! bukan halpenting mempermasalahkan ini puisi opo bukan.. yang penting tuh, kamu baca dan kasih komen ala kadarnya.. gitu aja kok repot. hahahahahaha

    *) aziz:
    sabar dulu ya ziz!

    *) santi klinci:
    ceritanya emang panjang kok.. hehehehehe.. tunggu aja kelanjutannya, sudah siap di meja redaksi.. bisa dijadiin novel lhooo… psssssstttt… tapi jangan bilang siapa2 yah.. hehehehehhe…

    Posted by Gempur | November 7, 2007, 4:47 pm
  6. pak, saia nunggu lanjutan’e

    seperti sepotong pisang keju yang nikmatnya tak habis kulumat dilidah saja…..

    tak sanggup kuhabiskan semuanya,,,karena terlalu nikmat

    kupilih menggigitnya pelan pelan…kurasakan benar manis dan gurihnya yang berpadu sempurna…

    ya seperti tulisanmu itu

    dan seperti hujan…

    yang selalu kunantikan…

    bersama dingin mekarnya melati melati itu terguyur embun dari langit…..

    kutunggu

    Posted by hanna | November 9, 2007, 8:32 pm
  7. *) Hanna
    kurasa, sepertinya kok lbh nikmat pisang kejumu dari pada yg lainnya, jadi lbh nyata dan terasa di lidah.. hahahaha

    Posted by Gempur | November 10, 2007, 9:51 pm
  8. cak, yang di profil TPC itu anak sampeyan to? berarti yang disebut-sebut “kekasih” di sini itu istri sampeyan?

    Posted by STR | November 12, 2007, 8:57 pm
  9. @ str: jangan tanya yang ini ya?! :-)ini juga masih ada kelanjutannya bag3,4,5 dst sampe hujan benar2 turun, baru ganti topik/kategori -mungkin kategorinya mencumbu hujan-, mungkin jadi buku kaliiii.🙂

    Posted by Gempur | November 12, 2007, 9:21 pm
  10. pak…. masih ganjil..
    napa gak di selesain sekalian…
    jadi cerita bersambung nie.. bersambung terus terus dan terus..
    yo wes tak tunggu pak lanjutannya…
    woro-woro ngge pak

    Posted by risky indah | November 15, 2007, 8:21 am
  11. pak koK beRsaMbunG-BerSamBung Teerus Ce!!!!!!!!!!!!!!
    Kok kayak Sinetron Indonesia Aja Pak………….kan Kalo BerSambUng tyusz jadi penasaran KelnjutanyA,,,tapi jagn Kecewa pak Bagus kok ceritanya walau Memilukan hati…….pak YAng episode Ketiga jgn Bersambung lg ya……akhirnya Sad ending apa HAppy ending????????????????

    ,,,,,,,,,,Selamat berkaYA kEmbali,,,,,,,,

    Posted by U-lya arex arterii | November 15, 2007, 11:40 am
  12. aku juga tidakmenunggumu dalam hujan…
    UPIK!! Cepet PULANG!! jangan nggondok lagi sayang…….

    Posted by shei | November 19, 2007, 8:55 am
  13. @ risky indah: emang dibuat gitu kok!
    @ U-lya arex arterii: emang dibuat seperti sinetron
    @ yang satu ini emang beda! kayak kucingnya yang jelas!

    Posted by gempur | November 19, 2007, 9:40 pm
  14. WaduH… daLeM BgT…
    Pak, mpean kaya kahlil gibran ae, bikin puisi puanjang bgt…
    Tp kereN BgT kOq…🙂

    Btw nie dah Episode brapa???
    BeRsambungnya kapan???
    Tak tunggu low pak…
    PokokE jO koyo TeRsanJuNg ae..tar ga slesei2
    He..he..he..🙂

    Posted by adel | November 23, 2007, 7:10 am
  15. Ni hao ma Pak Ghofur…nah ini yang kunantikan Pak..lanjutan artikel tentang hujan..hehehe..q suka banget dengan makna yang terkandung dalam artikel ni.Orang bilang kalo’ masa SMA adalh masa pencarian jati diri,…memang benar adanya..yang saya rasakan sekarang adalah pencarian jati diri yang tak kunjung berlabuh…sehingga menimbulakan banyak sekali gejolak2 yang da dalam hati ni.Satiap orang yang membaca artiel ni pasti akan timbul suatu estetika kalbu yang besar…artikel ni memberi saya sedikit rasa ungkapan akan apa yang sedang saya alami sekg…dan membuat saya sadar akan indahnya hidup ni…
    Saya tunggu lajutannya ya Pak =)

    Posted by ana imoet | November 30, 2007, 8:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: