//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

UAN 2008 Sudah dihadang Masalah

 

Ujian Nasional yang bakal digelar tahun depan, kini sudah banyak menuai kritik dari kalangan pemerhati pendidikan, guru, masyarakat dan terutama demonstrasi penolakan UAN oleh pelajar. Siang ini, secara tak sengaja menyaksikan Metro Siang yang menayangkan demonstrasi di berbagai tempat menolak ujian nasional.

Saya jadi teringat kira-kira 2 minggu yang lalu, ketika murid-murid saya mogok sekolah dan tidak masuk seharian penuh untuk mengikuti demo satu surabaya menolak ujian nasional. Itu terjadi pada hari Jum’at 2 Nopember 2007. Saya juga mengikuti perkembangan berikutnya di mana sudah menyebar luas sms yang berisi bahwa pada hari senin 4 nopember 2007 akan ada demo lagi se-surabaya. Semua saya dapatkan dari siswa-siswa saya yang baik hati itu. Kepada mereka yang telah berani mengutarakannya di tengah kewajiban anda untuk tutup mulut pada semua guru, saya ucapkan terima kasih, berarti kalian masih percaya pada saya.

Saya bertanya kepada siswa saya, "Apa tuntutan kalian ketika demo?". Mereka menjawab: "Menolak UAN dengan 6 Mata pelajaran dan meminta diturunkan menjadi 3 mata pelajaran." Saya katakan pada mereka, "Sayang, sayang sekali tuntutan kalian hanya itu! Tanggung kalo tuntutan cuman itu. Rugi dengan bensin, waktu, tenaga dan pikiran. Gak sumbut reeeeekkk!". Saya lanjutkan perkataan saya, "Mbok kalo demo itu pake otak sedikit kenapa sih! Sudah demo gak ngerti tujuane, dimobilisasi hanya dengan sms yang tak jelas pengirimnya, gak jelas korlapnya, mo kemana aja tujuannya, kalo terhadang di satu instansi, ke mana laternatif lainnya…."

Terus terang saya marah-marah bukan karena tidak senang dengan demo yang mereka lakukan, tapi lebih karena mereka termobilisasi tanpa rencana dan tanpa tahu substansi masalah demo mereka. Saya katakan pada mereka, "kenapa tuntutan kalian hanya sebatas menurunkan dari 6 mata pelajaran menjadi 3 mata pelajaran, kenapa gak sekalian tolak UAN atau ada UAN tapi tak menentukan kelulusan?". Panjang lebar saya jelaskan argumen saya kenapa saya termasuk orang yang menolak UAN dengan kondisi seperti sekarang dan tahun lalu.

Pada awalnya, saya termasuk barisan orang yang mendukung UAN dengan hanya satu argumentasi yang mendasar, untuk mengetahui tingkat kualitas pendidikan secara nasional dan bla bla bla… Kemudian, kenyataan menampar saya dengan fakta-fakta yang sungguh menyakitkan. Setelah saya pertimbangkan masak-masak, akhirnya saya menyimpulkan UAN lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Berikut alasan-alasan saya menolak diadakannya UAN.

  1. UAN melahirkan ketakutan dan kekhawatiran massal, psikologis masyarakat jadi sakit karena dicekam ketakutan. Murid takut tak lulus, orang tau takut malu, Guru malu karena dianggap tak mampu dan tidak kredibel membekali anak didiknya dengan baik. Sekolah malu dianggap tak berkualitas karena siswanya ada yang tidak lulus. Akibatnya,
  2. UAN memicu tindakan kecurangan yang massif berskala nasional. Menjadikan banyak pihak terkait menghalalkan segala cara agar siswa lulus. Melahirkan praktik-praktik mafia di dunia pendidikan dengan mencuri soal dan menyebarkannya, baik komersil maupun tak komersil, baik perorangan maupun lembaga. Tak ada bukti kongkrit memang. Tapi, karena semua diuntungkan, hal ini menjadi 100% halal dan pastinya semua akan tutup mulut jika dikasuskan, atau mencari satu kambing hitam agar publik terpuaskan, jika memang perlu ada yang dihukum.
  3. UAN hanya akan melestarikan budaya ketakmandirian, budaya penjiplakan, budaya Copy-Paste. Siswa hanya akan dibodohi dengan menunggu jawaban dari langit saat mengerjakan UAN. Bisa dilihat dengan gamblang, bagaimana jawaban UAN tahun lalu bisa menyebar pada malamnya dan ada pula yang pagi hari menjelang ujian berlangsung via sms dan gratis pula. Semua sukar dibuktikan, tapi itulah pengakuan dari sekian banyak siswa baik murid saya maupun yang bukan murid saya. karena itulah, maka,
  4. Kemurnian Ujian Nasional sangat pantas dipertanyakan dan tak layak dijadikan standar patokan kualitas pendidikan nasional, dan karena sudah tak pantas dan tak layak, maka
  5. UAN hanya memboroskan dana APBN, akan lebih baik digunakan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang tak layak, dan
  6. Segudang alasan lain yang sangat banyak yang tak bisa saya sebutkan satu per satu, misal, sekolah 3 tahun cuma ditentukan 3 hari, orientasi siswa tak lagi keilmuan, tapi kelulusan dan lain-lain.

 

Alhasil, maka saya punya sikap untuk menolak UAN dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Saya menerima UAN dengan catatan, tidak menjadi penentu kelulusan siswa kalau hanya untuk mengetahui standar mutu pendidikan secara nasional.

Penolakan saya, terus terang tidak berdasarkan data-data valid dan kongkrit, kurang dilandasi dengan pertimbangan-pertimbangan rasional para akademisi dan para professor serta para pembuat kebijakan. Lebih sekedar pertimbangan emosional dan moral, berdasarkan kenyataan di lapangan yang tak dapat dibuktikan jika saya harus berhadapan dengan hukum positif. Percayalah, anda yang pro atau pun yang kontra, sama-sama memiliki keinginan baik untuk memajukan pendidikan bangsa ini.

Saya tunggu pendapat Anda!

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

41 thoughts on “UAN 2008 Sudah dihadang Masalah

  1. anak yang kelas XII saja protes dengan 6 mapel dan nilai minimal 5,25. Bagaimana nasib kami kelas X yang kemungkinan nilaimya naik menjadi 6,00. Bayangkan betapa sulitnya itu. Tapi jika UNAS hanya sebagai standar mutu sih tidak masalah.

    Posted by sisky adam maulana | November 16, 2007, 8:15 pm
  2. panas setahun dihapus hujan sehari.Itulah yang tercermin pada alasan bapak no.6.UAN seolah menjadi buah simalakama bagi para pemerhati pendidikan di negeri pesakitan ini.Tapi,apa daya kita.keputusan telah ditetapkan,UU pun juga telah dirancang.

    Jika memang tahun depan masih ada UAN.Manakah yang lebih kita prioritaskan.Kelulusan(UAN) atau Perguruan tinggi(SPMB) ?

    Posted by DrGa | November 18, 2007, 1:49 pm
  3. *ga setuju UAN*
    waaah, jadi makin pusing deh..urusan upik aja belum kelar, ni malah ngurusin UAN, 6 mapel pula..
    BUSYEET..
    YA ALLAH..LAPANGKANLAH LAPANGAN dan JEEMBARAKANLAH JEMBATAN DI INDONESIA INI YA ALLAH..
    ;))

    Posted by shei | November 18, 2007, 4:43 pm
  4. Ada benarnya Pak kalau siswa resah. 3 mapel yang di-UN-kan saja banyak yang nggak lulus, apalagi ditambah 3 mapel lagi. Kalau menurut hemat saya sih, bukan di situ persoalannya. Mestiya sekolah diberi keleluasaan untuk menentukan kriteria kelulusan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. UN hanya digunakan untuk standarisasi mutu sehingga bisa memotret sekolah mana yang bermutu dan yang belum. Sekolh yang belum bermutu itulah yang mesti mendapatkan perhatian sehingga bisa ikut mengejar ketertinggalannya dengan sekolah2 lain yang sudah bagus.
    *Wah maaf komennya terlalu panjang nih.*
    OK, salam kenal juga ya Pak. Semoga makin banyak guru yang punya blog seperti Pak Gempur ini.*

    Posted by sawali tuhusetya | November 18, 2007, 7:31 pm
  5. @ Sisky: Gak perlu takut kalo gak lulus, banyak temannya kok.. hehehehehe
    @ DrGa: yang lebih penting itu dapat ilmunya, bukan lulus dan keterima di PTN-nya.πŸ™‚ bagus lagi dapat semuanya.. hehehehehe
    @ Shei: Dasar! meski begitu, tak dungakno lulus kabeh konco2mu, including you!
    @ Sawali Tuhusetya: Maksud saya arahnya ke sana, pak! UN bertentangan dengan KTSP. Lha wong kurikulumnya kita yang bikin, lha kok kelulusannya yang nentuin UN. Konradiktif dan kontraproduktif. kebijakan yang tumpang tindih. Mestinya sekolah secara penuh yang menentukan kelulusan, sementara UN hanya jadi standar untuk menilai mutu pendidikan nasional seperti yang Anda katakan.. Mudah2an segera ada perbaikan..

    Posted by gempur | November 19, 2007, 8:45 am
  6. weeew…thx pak’e….yaya..blaen pak kalo sampe gak lulus…Naudzubillah….pak…be aware of hery’s comment…it’ll be appear soon..
    di enteni wae pak, maringono aku melu komen maneh!!

    Posted by shei | November 19, 2007, 8:47 am
  7. mnurut aku dari lubuk hati yang sngat dalam q ga setuju dengan uan neh, tapi perlu diketahui negara malaysia dan singapura tuh standart nya da nyampe 7,00.klo mereka bisa kenapa kita nga” ,mari kita buktikan kepada mereka bahwa kita juga bisa!! apa kita ga malu jika standat kita cuma 5,25!!! apalagi didemo lagi > udah lah pd aja temen -temen ku semua cayo belajar dg keras..
    yakinlah bahwa kita mampu mengerjakan soal-soal unas yang bisa dikatakan mudah.ada info tambahan bahwa standart kelulusan di negara kecil vietnam sudah lebih dari 6,00…(apakah indonesia ga malu tuh ma negara kecil seperti vietnam ))`…cayo anak2 indonesia jangan mo kalah ma vietnam ,malaysia n singapura, hdup Indonesia
    Bismillahirohmannirrohim.moga moga siswa kelas X11 a/s sma n 11 sby lulus 100%. amin

    Posted by harry pamprz | November 19, 2007, 8:47 am
  8. saya setuju banget dengan argumen yang bapak kemukakan diatas…
    dari no 1-6,
    apalagi alasan bapak yang no. 5
    mungkin juga karena itu -pejabat- “orang-orang yang ada diatas sana” menambah mata pelajaran yang di UN-kan.
    ya seperti yang kita ketahui, gimana bangsa Indonesia sekarang ini. banyak yang melakukan “KKN”. kan semakin banyak dana, semakin banyak pula dana yang masuk dikantong -pejabat- “orang-orang yang ada diatas sana”. hehe….πŸ˜‰

    kan lebih baik saat ini pemerintah memprioritaskan pendidikan kesekolah-sekolah yang tertinggal pendidikannya….

    Betul gak?? Klo g betul ya maaf ya…..
    thx….

    Posted by mie2nk | November 19, 2007, 8:59 am
  9. kalo sekarang indonesia ga jadi macan asia pada perhelatan sepek bola di wilayah asia tapi sekarang menjadi macan asia pada perhelatan pendidikan asia.terbukti dalam olimpiada pend internasional pelajar 2 indonesia mampu merebut banyak medali .dan kita bisa mengungguli neg tiongkok.karena itu bagi anak2 Indonesia jangan minder menjadi anak Indonesia karena nama indonesia harum di dunia internasional.Udah pd aja hadepin UN.cayoo indonesia ,

    Posted by harry pamprz | November 19, 2007, 9:02 am
  10. yak yak…here i comes!!
    WEh..Her..lo pikir dunk! masyarakat di indonesia ni miskin…pendidikan butuh biaya, biaya dapet darimana klo beasiswa aja dikorup!
    HeeekZ?
    bukannya su’udzon, tapi kenyataan, plis, jangan muna deh, ga usah sok buta dengan kehidupan politik di indonesia sekarang inih…
    Wokeeeeeh…

    Posted by shei | November 19, 2007, 9:05 am
  11. well,,, peace men!!
    ;))

    Posted by shei | November 19, 2007, 9:07 am
  12. hmm…unas 6 mata pelajaran..pertama kali yang dirasakan adalah beban mental.Tapi, semakin ke sini aku setuju aja.alasan pemerintah mungkin ingin meningkatkan sdm manusia indonesia.tapi, aku yakin kok kita semua bisa jalanin itu apabila kita bener-bener sadar bahwa kita adalah anak sekolah yang tugasnya belajar.untuk masalah pemerataan, itu perlu tapi juga fasilitas yang menunjang juga. dan yang perlu di demo untuk saat ini mungkin menurut saya adalah GURU YANG TIDAK BERKUALITAS.karena guru salah satu faktor untuk menentukan gimanamutu pendidikan di Indonesia selain fasilitas,kurikulum, dan siswanya. untuk itu, pemerintah jangan ngurusin gimana tentang unas. tapi urusin dulu kualitas gurunya yang mungkin saat ini banyak training dan seminar untuk membekali guru, tapi ga’ ada bedanya. untuk itu, untuk para guru juga harus tingkatkan kualitas Anda.semoga berhasil aja deh, buat pemerintah Indonesia.dan buat temen-temen angkatan 2007/2008 rajin belajar aja n’berdoa. saya yakin kita bisa lulus semuanya. amin….

    Posted by chandra | November 19, 2007, 9:16 am
  13. wah…. setuju buangeet tuh pak. UAN tuh cuman buat kita2 jad tambah pusing.klo cuman UAN aja yang jadi standard kelulusan tuh g adil banget.
    Klo gitu ya kita2 belajar aja cuman materi UAN. buat apa pelajaran2 lainnya.toh meskipun kita menguasai pelajaran yg tidak di UANkan y kita jg g lulus, terus buat apa pelajaran lainnx.
    trs klo mau ngekanjutin k PT y kita belajar aja pelajaran yg mo diujikan, bt pelajaran lainnya y… biarin aja.πŸ˜€πŸ™‚πŸ˜€πŸ™‚πŸ˜€
    bt semua siswa semangat y… bt hadapin ujian besok!!!!!

    Posted by gi3 | November 19, 2007, 9:18 am
  14. si chandra ngomong pa’an ya??ga nyambung gue…hehehe
    Peace…

    Posted by shei | November 19, 2007, 9:21 am
  15. @ shei: jadi emosional gitu kamu, rasional dong! kasian yang kena damprat! hehehehehe

    @ harry pamprz: itulah kenapa pemerintah nekad menaikkan standar kelulusan, tekanan luar menjadikan pertimbangan2 moral kehilangan perannya. Institusi pendidikan meenjadi institusi yang membenarkan dan malah mengajarkan serta mendidik bagaimana berbuat curang tanpa ketahuan dan halal.

    Karena itulah, jadilah manusia Indonesia dengan kualitas tinggi gak rendahan, meski misalnya tanpa UAN pun, kualitas tetap terjaga. Trus kalo anda bilang dalam perhelatan di tingkat asia kita banyak menjuarai kompetisi bukan berarti secara umum kualitas kita meningkat. Kalau dipukul rata, kita masih di bawah standar, tapi kalo perwakilan mungkin kita masih “de bes” atau bahkan “bes of de bes”

    @ Chandra: saya sepakat dengan anda, yang mengatakan KUALITAS guru perlu di-upgrade.. Anda perlu baca tulisan ini.. Mungkin memang penyebab rendahnya kualitas pendidikan diakibatkan dari rendahnya apresiasi negara terhadap profesi guru.

    @ Gie: Anda juga benar, kurikulum kita menginginkan anak didiknya menjadi SUPERMAN atau SUPERHUMAN yang mampu menguasai segala jenis ilmu. Perlu diwacanakan kembali, buatlah sebuah ulasan yang bagus tentang ini.

    Posted by gempur | November 20, 2007, 2:37 pm
  16. Saya Menolak UAN sebagai syarat kelulusan siswa!!
    Masak sekolah 3 tahun ditentukan dalam waktu 3 hari, mana yang nilai komputer lagi.. truz guru-guru yang selama ini mengajar dan mendidik kita selama 3 tahun malah gak bisa menentukan kelulusan anak didiknya sendiri,, dimana sih pikiran -pemerintah- itu..
    Tapi kalo UAN tidak dijadikan syarat kelulusan sih, gak jadi masalah buat saya!!
    Lagian napa sih stiap ganti mendiknas mesti ganti kurikulum..
    Tolong supaya -pemerintah- lebih konsisten…
    PEACE>>>>>>>>>>>
    PEACE>>>>>

    Posted by eblin | November 21, 2007, 11:49 am
  17. hemmM….

    sUMPAh PAk KATA-katae dahsyaT!

    gImAna nasiBq taOn dePan kLo UAN StandaRx 5,25 bUAt YAnG SEKArANG?

    Bisa JADi enAm koMa BraPa….gItu ya pAk!
    hIKz..
    wEz gini ini enaKe moleh ae bubuk gak usah sekolah la’an pak..
    sPiRit buAT YAng UjIAN taoN ini!!!
    KaLian paSti Bisa!!!

    Posted by leyndhah | November 22, 2007, 2:09 pm
  18. UAN pada kenyataannya emang bikin musrid2 terkondisikan dg priorotas pancarian nilai,bukan pada pentingnya suatu ilmu itu sendiri,y kan pak?Menurut saya,pemerintah harusnya memperbaiki sistem pendidikan kita.karena emang awal salahnya menurut saya dari situ.Tapi,caranya bukan yang kaya selama ini kan?gonta-ganti kurikulum kaya mainan aj[~klo mainan c seneng,klo yg ini senep deh~].Yang satunya blm terbiasa,blm menguasai,eh,udah diganti lagi.Emang c pmrnth g ikut ngerasain.yg paling ngerasain tuh murid ama guru2nya,skulnya juga c.Apalagi infrastruktur n kualitas guru d indonesia aja blm bres.
    UAN itu emang gak bgtu fungsi sich.Tapi,memang ada alasan lain sich knpa kok pemerintah ttp m’p’tahankan UAN.Itu karena kualitas skul d Indonesia sndirimasih buruk.Terbukti bnyaknya sekolah2 yg berlaku curang agar anak didiknya lulus smua biar “nama baik”nya terjaga.Nah,klo seumpama skul yg nentuin kelulusannya kira2 jd gmn y???

    Posted by shizuka_k4ch0 | November 22, 2007, 3:46 pm
  19. Pak guru, untung saya sudah kuliah ya dan sudah menuntaskan UAS yang dulu pas jaman aku SMA juga menuai banyak kritikan dan caci maki baik dari para siswa, guru maupun masyarakat umum.
    Dulu kalau nggak salah inget standar NEM ku min 4.00 aku juga nggak setuju.
    Tapi memang ketidak setujuanku semakin meninggi ketika aku berhadapan dengan sang soal yang notabene terlalu gampang untuk standart yang direndahkan.
    Sekarang buat apa pemerintah bersusah-susah untuk menaikan standart dengan alasan untuk membuat kita pintar tapi soalnya mudah banget!
    Itu sama aja bohong!
    Dan memang benar kata isu seperti ini: ” masak kelulusan sekolah yg sudah ditempuh 3 tahun hanya ditentukan dengan itungan 3 hari saja dengan 3 mata pelajaran”
    Saya setubuh UANAS ditiadakan aja!

    Posted by evelyn | November 26, 2007, 9:32 pm
  20. @ Evelyn: Itulah anehnya pemerintah! Tekanan luar memang membuat pemerintah memasang standar ganda, nilai minimal kelulusan dinaikkan tapi kualitas dan bobot materi diturunkan drastis agar siswa mudah mengerjakannya, di samping itu, jawaban ujian disebar secara free alias gratis.. Pertanyaannya, siapa yang mau ambil resiko membocorkan soal dan menyebar jawabannya, gratis pula, kalo buka yang empunya soal dan jawabannya..😦 😦

    Posted by gempur | November 26, 2007, 9:41 pm
  21. kayaknya kita-kita ini hanya merupakan sejumput angka statistik dimata para pengambil kebijakan
    salam kenal

    Posted by kangguru | November 29, 2007, 7:41 pm
  22. nonsen

    Posted by aanu | Desember 14, 2007, 10:52 am
  23. Semoga saja dengan 6 mata ujian dan standar kelu2san 5.25, mereka dpt 100% lu2s!!

    Posted by Wisnu | Desember 26, 2007, 8:18 pm
  24. Ah ga peduli berpapun mata ujian yang di ujikan, yang penting sekarang BELAJAR yang RAJIN !!! Betul ga pak ? Peace ^.^

    http://dilarangmasuk.blogspot.com

    Posted by Ardian | Januari 14, 2008, 11:08 am
  25. UAN harus di bubarkan,, biar tidak ada lagi korban!!!
    mengukur mutu pendidikan koq pake kebijakan “dodol” seperti ini!!!!

    Posted by ge ge | Februari 22, 2008, 10:03 pm
  26. semuanya saya serahkan kepada TUHAN YESUS KRISTUS
    hanya IA yang tau semuanya

    pak klo bikin soal kira2 dunk ??
    kemampuan anak SMA ga sebanding di banding dengan otak2 ” orang yang duduk di kursi DPR &MPR”

    Posted by aldo | Maret 9, 2008, 10:22 pm
  27. di aceh sangat banyak kontroversi tentang UAN.
    kami sudah menganalisis kenapa UAN tidak layak diberlakukan di aceh pasca 32 tahun konflik dan 1 tahun tsunami ;
    1.fasilitas dan infrastruktur sekolah
    2.fasilitas dan kuantiatas guru
    3.kurikulum yang terus berganti tanpa evaluasi
    4.praktek kecurangan yang terjadi

    kami menghimbau kepada seluruh pelajar di Indonesia untuk bersatu. karena kami yakin kalau kita bersatu dan bangkit maka kita akan berhasil untuk meruntuhkan tembok raksasa yang disebut “UAN”……….

    kami bukan menolak UAN mentah2,tapi kami menolak UAN sebagai standarisasi kelulusan nasional karena masih sangat banyak permasalahan yang harus diselesaikan…

    ayo bangkit dari keterpurukan !!!!!!!!!!!!
    viva la reforma…………

    Posted by kukuh bagus | Maret 13, 2008, 5:46 pm
  28. g tau ah puzing…………………

    Posted by ayu | April 10, 2008, 10:08 am
  29. wweeeeeeeeeeeeewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww…………!!!!!!!!!!!

    UN 7 hari lagi!!!!!

    apa yang harus kita lakukan???!!!!!!!!!!

    UN = PEMBOROSAN KERTAS!!!!!!!!!!!!!!

    ****!!!!

    Posted by Andrewww | April 15, 2008, 3:11 pm
  30. knp angkatan tahun 2008 menjadi bahan cobaan saja??
    Kurikulum maen gonta-ganyi. standar kelulusan menjadi di naikan. mata pelajaran yang harus di ujikan di tambah. mau jd bangsa ap ini??
    UAN hanya menjadi beban para siswa saja…

    Posted by amri | April 17, 2008, 1:30 pm
  31. ah pada banyak bicara…..
    klo menurut gw… tinggal u smuanya aja yang ngadepinnya..
    klo ngeluh mulu kapan bsa maju….
    katanya mau jd sukses……..

    Posted by 1+1=3 | April 19, 2008, 4:57 am
  32. bisanya cuma ngeluh……..ngeluh……dan ngeluh……….

    Posted by 1+1=3 | April 19, 2008, 4:59 am
  33. nilai uan harusnya transparant dumz,biar kita2 tau mana yang salah dan yakin bahwa penilaiannya bener getoooohhh!!!

    Posted by c cantix | April 24, 2008, 1:48 pm
  34. kritik buat 1+1=3
    ea ealah ngeluh!gimana gag???contohnya ja kamu gimana mau ikut ujian nasional urg ngitung 1+1=2 ja slh!!!gitu mau ikt uan + belagak gag ngeluh,gag bgt dch..
    ni juga kan opini kita,ni negara demokrasi bebas buat ngeluarin pendapat!kalo ga mau liat ato dgr org ngeluh,gag sah buka blog ne dumz

    Posted by c cantix | April 24, 2008, 1:52 pm
  35. eMang sie sMua tu trgantung pRibadi masing2..
    pi pda kenyataan d lapgn UN bukn cm membwt qta pNtar pLajran pi jg buad qta pNter nyontek dan mghaLalkan sgala cara spya qta bsa lu2s..

    dan tu jg gag bsa d jadikn patokan kpintaran murid se-indon..

    ada faktor luck jg kan..!!

    Posted by nick | April 24, 2008, 8:05 pm
  36. memang bagus menaikkan standar pendidikan,,
    tapi perlu dibayangkan juga bagaimana beban kami selaku siswa kelas 3..

    bukanny knaikan sumber daya manusia tapi bisa jadi kan malah peningkatan ‘akal bulus’ buat nyontek..
    bukannya sm aja?

    Posted by ma_iL | April 25, 2008, 6:59 pm
  37. Deg2an nunggu pngmmn UN. Jijik bgt liat pmrinth indon ini,mreka psti skrg lg mkirin aplg yg msti dprbwt di UN thn dpan (2009) utk mnyusahkan siswa/i Aceh..,
    pnyelnggaraan UN hnya ajang utk menggembungkn dompet mrka (pejabat),ksh mkan & blnja anak-istri mreka.
    Kpn aceh mw maju klo gni cra’a?Knp gk sekalian bkin stndr lu2s 7 kyk malaysia n’ sngpore?
    Biar kelenger smw kagak lu2s.?
    Aplg guru2 baru yg msh muda2 d’aceh gk ada kwlitas’a sama skali.,kesklh mngjar (dgn bju & dndanan yg trendi ) hnya du2k ksh cattn,mnjlaskn lalu istrht ngbrol2 dgn guru2 muda lain’a..,
    gmn pnddkn d’aceh mw maju?Blm lg sklh2 d’daerah bekas konflik..,
    tlg ini jd crminan pemerintah qt.,jgn hanya angguk2 geleng2..,ongkang2 kaki dblkg meja kerja..

    Posted by Amy | April 29, 2008, 12:18 am
  38. pemerintahnya pinter keblinger. Emang sich bagus sebagai indikator keberhasilan belajar,maunya seperti Singapura, Malaysia, Emang gaji guru di Indonesia dibayar berapa? Kalo bicara masalah standar kelulusan aja maunya seperti Singapura dan Malaysia, tapi kalo masalah gaji dan kesejahteraan guru aja yang dipake standar Timor Leste & Papua. Bahkan yang lebih parah, konon Kesra guru akan dicabut,bagi guru yang demo menuntut haknya, maka akan diturunkan pangkatnya, mutasi dan sebagainya. Maunya kualitas pendidikan bagus, tapi dengan mengeksploitasi (memerah) tenaga guru dengan bayaran semurah2nya. Cape dech! JK, JK! gw sumpahin lo ga bakal jadi Presiden tahun 2009. Setuju!

    Posted by Murthi Mulyaningsih | April 29, 2008, 12:24 am
  39. sebetulnya kelulusan itu hanya ditentukan oleh sekolah itu sendiri,..!!!!!!!!!
    bukan orang atau lembaga lain,!
    karena kalau orang atau lembaga lain bisa bisa terbalik yang bodoh bisa lulus, sedangkan yang pintar tidak lulus,.!1
    karena menurut saya sendiri uan itu seperti main togel alias untung-untungan.!!

    Posted by rayan | Mei 3, 2008, 11:23 am
  40. ASsalamuA’laikum WaRahmatullahi WaBarokaaa..tuh.
    Wah, UAN sensitif bgt sih !!!.
    Saya mau curhat nih.

    Ketika itu saya duduk di angka 2 SMA yang bergelar hampir pavorit di suatu kota dengan satu kondisi saya bermental down karena ada sesuatu dan saya merasa menjadi orang yang tak berguna.
    Sesuatu itu adalah UAN.

    Ternyata kakak kelas yang saya banggakan tak sengaja masuk kedalam sistem kecurangan. Yang Pintar harus memeras otak demi ketidakjujuran sedangkan yang bodoh hanya mengandalkan jilatan manis kepada ibu guru yang paling mudah luruh dengan ucapan dan tangisan seorang siswa penyandiwara.(Bersistemkan sblm KBK).

    Tetapi saya mendapatkan sedikit pencerahan, dari orang yang saya cinta karena ucapannya.
    Yaitu perjuangkan K E J U J U R A N. Sweat buangeeet.

    Disitulah saya mulai bangkit, mendapatkan energi baru untuk menjadi sebuah sampel yang baik dari populasi yang tersistemkan pemusnah. Pemusnah Pengetahuan.

    Dari 9/10 jujur lampau, saya optimalkan menjadi jujur 100%. Dengan jatuh bangun yang kewalahan ditambah pemulihan kemerosotan akademik karena tersungkurnya mental.

    Waktu luangku ku habiskan dengan berilmu, beribadah, dan mencoba berbagi ilmu. Segala kesenangan yang tak berarti kukorbankan, kubuang jauh-jauh. Aku mencari keseimbangan dan memprioritaskan pengetahuan. Karena kekayaan pengetahuan akan menjagaku secara otomatis dari ketidakjujuran, karena masalah didepanku adalah UAN.

    Saya lihat potret teman, ternyata mereka asik bercengkrama dengan bertopikkan tak pernah usang yaitu gosip.
    Ketika ulangan mereka kompak sekali dalam pendistribusian jawaban.
    Ketika guru semakin killer, mereka caci-maki tanpa kesadaran.
    Saya disini terkapar mencari air telaga kehausan, sedangkan mereka bersukaria dalam memainkan pedang waktu.
    Saya heran, apakah mereka tak punya cita? bahkan kemana tetesan darah para pejuang demi satu kata MERDEKAAA!!!
    Mereka buta atau tuli bahkan tak punya kelengkapan indera sama sekali.

    Pagi ku habiskan terfokus dalam mata pelajaran di sekolah. Otakku ku eksplore habis-habisan demi menjawab ilmu alam dalam satu sistem KBK dengan nyanyian jantung: deg-degan, next santai, dan berkakhir fun. Karena terpuaskan akan mampunya menjawab soal. Sistem itu ternyata mengasikkan, kami berlomba dalam memecahkan soal dengan mengembangkan pemikiran kritis, mencari data sebanyak-banyaknya untuk membantu bahkan mengujinya, hihihihi lebih seru dibangdingkan ngegosip.

    To Be Continued
    Nantikan edisi Sit in number telu, occehhhh.
    WaSSAlamua’laikum WarohMatullahi wabaroka….tuh.

    Posted by Septiani Munaroh Purnomo | Mei 8, 2008, 5:52 pm
  41. Ujian Nasional tetap penting.
    Mau lulus ya latihan dan berdoa.
    Soal-soal UAN dan pembahasannya tersedia di …
    http://www.aidianet.blogspot.com

    Posted by Lilia | November 8, 2008, 12:30 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: