//
you're reading...
Aku dan Pikiranku

Menyikapi Hari AIDS sedunia: Jauhi Seks Bebas dan Segera Tobat atau Mari Berdo’a Bersama Mengundang Bencana

Saya tak paham betul dengan hari AIDS sedunia, ini gara-gara tulisan mas Yuki di TPC yang menyoal AIDS korelasinya dengan kehidupan masa kini yang menghalalkan em-el sebagai salah satu bumbu pacaran yang wajib. Gila saya pikir!

Ketika saya kenal kata-kata AIDS, terus terang saya tak tahu betul apa artinya, penyakit model apa lagi ini, trus yang bikin sebel lagi kepanjangan dari AIDS sendiri sampai sekarang saya tak tahu. [*mode oon lagi on*] pun tak ada upaya dalam diri saya untuk mencari tau apa sih AIDS itu. [*ketawa keras jungkir balik*]

Sudahlah, saya capek tak tau apa itu AIDS, anggap saja saya tau banyak tentangnya. Sependek pengetahuan saya, di papua, yang namanya seks bebas sudah menjadi sistem nilai, sistem sosial yang berlaku yang tidak diharamkan seperti dalam Islam, Kristen dan agama-agama lainnya. Jadi, ternyata seks bebas tak hanya klaim milik orang barat. Apa yang salah? Sistem nilainya? Sistem sosialnya?

Di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah-daerah lainnya, seks bebas sebagai kambing hitam dari wabah yang bernama AIDS ini ternyata sebenanrnya bukan satu-satunya sumber penyebab, meskipun tetap menjadi yang utama. Penyebarannya disinyalir bisa melalui jarum suntik (kesalahan medis, juga pemakaian narkoba), melalui keturunan (penurunan gen dari ibu yang mengidap AIDS ke anak yang dilahirkannya) yang pada gilirannya ada anak SD yang mengidap AIDS, bisa juga melalui ”lelaki brengsek” yang menularkan AIDS-nya ke istri-istri yang shalehah seperti beberapa kasus yang dilansir beberapa tabloid. Yang lebih menghebohkan lagi, penyebaran AIDS dilakukan oleh si penderita yang sudah putus asa menunggu ajal dan sengaja mencari teman senasib lalu menyebarkan virus tersebut ke orang lain dengan cara menaruh jarum suntik di kursi gedung bioskop 21. Model penyebaran yang satu ini belum teruji kebenarannya karena informasi yang didapat melalui email berantai di friendster saya. Meski penyebarannya melalui berbagai macam cara, tetap diyakini publik dan medis bahwa sumber utamanya disebabkan seks bebas.

Jika seks bebas seperti yang terjadi di Papua yang memang karena sistem nilai dan sosial mereka mengijinkannya, maka tentunya pola penanganannya lebih persuasif lagi, harus lebih berhati-hati lagi karena memang bersinggungan langsung dengan sistem sosial mereka dan jangan sampai menimbulkan ketegangan sosial yang lantas menjadi kerusuhan sosial. Saya kira pemerintah sudah lebih canggih mencari caranya.

Sementara, di daerah selain Papua, yang sistem nilai dan sistem sosial tak mengijinkan seks bebas tapi masih melakukannya, ada beberapa pengamatan seperti di bawah ini,

Ditinjau dari Sosial-Budaya

Sekedar mengamati, sepertinya, modernisme yang melanda dunia ketiga seperti Indonesia sudah tak bisa diakulturasi atau sekedar diasimilasi agar menghasilkan sintesa sosial-budaya yang saling menguntungkan. Semua tertelan bulat-bulat hingga ke soal em-el yang mengiringi proses pacaran. Serbuan media yang sudah terlanjur dibuka krannya ternyata memberi dampak negatif tersendiri dengan semakin mudahnya ‘budaya permukaan’ atau yang biasa disebut ‘pop culture’ masuk ke negeri ini tanpa sensor atau filter moral. Serbuan yang tak mampu dibendung menjadikan kalangan tua semakin permissive menerimanya, bahkan beberapa saking stres-nya berbalik menjadi ikut-ikutan bahkan menjadi tukang kampanye tanpa disadari. Dan karena seks bebas sudah menjadi bagian dari ‘pop culture’ orang barat, bukan tidak mungkin, Indonesia akan mengamininya.

Pengamatan berdasar Agama

  1. Agama yang diharap mampu menjadi benteng moral, kini tak lagi bisa diharapkan kedigdayaannya. Sakralitas agama mengalami dekonstruksi yang luar biasa dahsyatnya. Liberalisme yang merasuk ke segala aspek kehidupan menjadi salah satu katalis bahkan dianggap sebagai biang desakralisasi agama dalam kehidupan. Hal ini disadari atau tidak, berimplikasi pada kehidupan beragama yang kian hari kian luntur. Agama mulai ditinggalkan, bisa jadi hanya tinggal prosesi budaya kering makna. Masyarakat akan kembali pada agama manakala terjadi prosesi kelahiran, khitanan, pernikahan, terakhir ditimpa kematian. Agama hanya menjadi simbol budaya tapi tidak perilaku keseharian. Beragama minus Tuhan di dalamnya.
  2. Iblis telah kehilangan ’lawan tangguh’ seperti tergambar dalam komentar seseorang berinisial rajaiblis dalam dialog di sebuah blog milik kyai kurtubi ”saat ini, sesungguhnya iblis pun tengah gundah! Sungguh … menjadi iblis itu terasa menjemukan … Meluluhlantakkan anak manusia sudah bukan menjadi sesuatu yg membanggakan dan menciptakan prestise!” Bagi saya, ini pernyataan yang luar biasa sarkastis. Bahkan iblis pun gundah! Manusia sebagai lawan tertangguhnya Iblis pun kini sudah tak lagi menganggap Iblis sebagai musuh. Bahkan, kini manusia sudah menjelma iblis dan bahkan lebih iblis dari iblis sendiri. Mungkin iblis kini tengah bersiap-siap untuk menjadi manusia.. karena menjadi iblis sudah tak menarik lagi. Bosan.

Jadi, kembali pada AIDS, penyataan sikap saya seperti berikut ini:

Kepada para pengidap AIDS yang disebabkan karena kelakuan anda sendiri, bertobatlah dan berobatlah. Tuhan masih mau mendengar tobat anda, dan pergilah ke dokter, karena dokter masih mau meringankan penderitaan.

Kepada para pengidap AIDS yang hanya menjadi korban, seperti anak-anak, istri-istri dari para ’lelaki brengsek’, saya do’akan anda bisa sembuh dengan mu’jizat Tuhan. Dan kalaupun anda meninggal, saya doakan, surga sudah menanti anda.

Kepada para masyarakat, jangan jauhi penderita AIDS, bantu tobat bagi yang memang benar-benar bersalah dan jangan lakukan seks bebas. Jangan beragama minus Tuhan. Itu bahaya.

Kepada para aktifis AIDS, jangan kampanye kondom, kampanyekan saja anti seks bebas, kalau orang sudah tidak melakukan seks bebas, tentu dengan sendirinya anda gak perlu kampanye kondom. Biarkan kondom hanya untuk para lelaki yang berkeluarga dan enggan menambah anak saja.

Kepada media, jangan menyebarkan pornoaksi dan pornografi, agar tak menambah besar nafsu sahwat orang Indonesia yang pada dasarnya sudah besar. Bantu promosi stop seks bebas, stop AIDS.

Kepada Pak Kyai dan Pak Guru, pandang AIDS dengan kacamata ber-spektrum sejuta warna, jangan hitam-putih saja, bisa-bisa terjadi dekonstuksi lebih parah.

Kepada pemerintah, terserah apa kata anda sajalah!

Terakhir, selamat hari AIDS se-dunia, Mudah-mudahan bagi yang menderita segera dilapangkan jalannya. Para aktifis tidak mudah menyerah dan pantang menyerah. Para calon-calon yang sengaja hendak mencicipi AIDS, segera saja tobat. Para ‘Lelaki Brengsek’, berhentilah. Saya juga akan berhenti ngoceh. Jika tak segera bertobat, maka mari berdo’a agar segera saja dunia musnah.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

41 thoughts on “Menyikapi Hari AIDS sedunia: Jauhi Seks Bebas dan Segera Tobat atau Mari Berdo’a Bersama Mengundang Bencana

  1. Dapat kesempatan komen vertamax nih, Pak.
    Walah, saya malah bener2 lupa kalau 1 Desember itu hari AIDS sedunia.:mrgreen:
    Agaknya nilai2 luhur hakiki sudah tereduksi sedemikian jauh oleh hal2 yang bersifat profan. Terlepas dari apa penyebabnya, agaknya memang kita butuh mendampingi saudara2 kita yang sedang terkena cobaan “virus mematikan” ini agar mereka tetap tabah menghadapinya sekaligus membantunya melakukan pertobatan menjelang akhir kehidupannya.

    Posted by sawali tuhusetya | Desember 1, 2007, 12:31 pm
  2. Saya ingin menambahkan..
    Kepada pak gempur..
    Tetaplah jadi Penulis Artikel “Berat” seperti ini, memberi saia inspirasi, karena, tidak ada yang bisa saia lakukan..paling banter cuma ‘angguk-kepala’ baca tulisan seperti ini…
    ehehehe……
    Yang pasti, saia kasihan pada para ODHA. Karena mereka bagaikan mayat hidup yang tak tau mau kemana. Sebenarnya, AIDS sendiri bukan penyakit bagi ‘Para Brengs*k2’ saja, tapi juga korbannya…
    seperti yang diulas bapak tadi [

    bisa juga melalui ”lelaki brengsek” yang menularkan AIDS-nya ke istri-istri yang shalehah seperti beberapa kasus yang dilansir beberapa tabloid.

    Welehh..kok mau gitu ya…
    Dunia memang kejam, dan disitulah tantangannya, bagaimana kita mengalahkan kekejaman dunia!!

    peace,

    shei

    Posted by s | Desember 1, 2007, 12:32 pm
  3. iah pak….betul-betul…..saya mendukung artikel ini iah….walaupun ini artikel berat yang saya tidak begitu mengerti tapi dari judulnya khan dah terlihat.wkwkwkwk>.

    Posted by agito | Desember 1, 2007, 1:33 pm
  4. ke dolly ah ntar …

    Posted by STR | Desember 1, 2007, 3:52 pm
  5. @ Sawali: yup, kita dampingi mereka para ODHA😉
    @ Shei+agito: silakan dukung!
    @ STR: antagonis satu ini bikin kacau suasana saja.. wekekekekekek, mbok ra sah mbedo ngono kuwi, cah!😉

    Posted by gempur | Desember 1, 2007, 8:54 pm
  6. *bertobat*
    ML itu apaan ya?😕

    Posted by Pandu | Desember 1, 2007, 9:29 pm
  7. kupahamai dulu yo pak..sek sek..

    Posted by andi bagus | Desember 2, 2007, 12:49 am
  8. Kepada para aktifis AIDS, jangan kampanye kondom, kampanyekan saja anti seks bebas

    mas, ini nggak realistis.

    ketika kita berbicara dengan mereka-mereka yang rentan terkena HIV/AIDS (PSK, sopir-sopir truk antar kota, anak-anak jalanan,dll), yang pertama kita berikan adalah : memberikan penyuluhan tentang bahaya perilaku seks beresiko. jika tetap dilakukan, maka sebaiknya menggunakan pengaman seperti kondom.

    AIDS itu tujuannya, dan kondom hanya salah satu caranya. Tidak realistis ketika kita berhadapan dengan realitas tapi berbicara soal-soal idealis, yang tidak mereka pahami. kondom itu alternatif terakhir ketika slogan A (abstinence) dan B (be faithful) dalam kampanye anti AIDS tidak berhasil.

    Yang terpenting adalah HIV/AIDS, caranya bisa bermacam-macam.

    Saya pernah mengalaminya, dan tahu kenapa kampanye kondom sering disalahgunakan dan disalhartikan

    Posted by fertob | Desember 2, 2007, 1:36 am
  9. mereka yg sekarang malas berfikir kedepan (ato terlalu berfikir kedepan? sehingga mereka melegalkan em el semasa pacaran hanya karena berfikir “ah, ntar juga dia jadi suami/istriku!!”).. hmm.. WTF!?!?!?!

    Jaman dulu, em el merupakan suatu hal yang sakral, yg dilakukan sebagai perwujudan hak dan kewajiban yang didapat setelah prosesi pernikahan yg sah. Nikah itu mahal lho.. baik secara materi ataupun rohani. Lha kalo dengan label “pacaran” aja bisa em el.. malese pake’ nikah segala! Bahkan *maaf*, yg profesinya memang ngasih “kenikmatan sesaat” saja minta bayaran kok! Lha kaliyan dengan label pacaran saja kok sudah mau dikucek kluwek ubek ubek ndak keruan!! gratis pulak!!! cuman bayar satu kalimat singkat *aku sayang dan cinta sama kamu*….APA KATA DUNIA!!! Lha klo udah kena penyakid? klo udah hamil? MAKAN TUCH CINTA !!!

    Apa? kaliyan takud ndak laku klo terlalu restriktif sama pacar? hahaha.. lha hakikat pacaran khan buat nyari pasangan hidup yang notabene harus bisa jaga diri dan keluarga.. bukan nyari barang yg isa dipake seneng”… trus dibuang klo udah gak kepake…

    *Mumpung masih muda*, oOo.. jadi mumpung masih muda cari masalah sebanyak”nya, jadi ntar tua tinggal sumpeknya? mau ngabisin masa tua dengan penyesalan dan masalah? lha itupun klo km hidup sampek tua, klo blum sampek tua trus km mati? tobat gak sempet, dosa dah kebanyakan… iya saia memang belum pernah tua, tapi kata yang tua” dan dituakan, mereka rata” banyak masalah soale pas muda ndak bisa jaga diri…

    *ngomong gampang, praktek?* Ah, alesyan, buktinya ortu saya bisa, mereka juga makan nasi, minum aer putih, dari ras manusia. Ato jangan” manusia yang sekarang ini makanannya kemenyan…

    Oh iya, saya ingad, manusia yg sekarang makanannya media… dansepertinyasayamalesmembahashalinikarenabakalanpanjangbanget!!

    Klo belum nikah aja gak bisa jaga diri dan pasangan, gimana ntar sudah nikah?? ya bisa dibilang ini salah satu akibad budaya “NGGAMPANGIN” negara ini yg sudah mengakar.. ah.. konspirasi lagi…

    Posted by nFath nyamar jadi iblis | Desember 2, 2007, 2:13 am
  10. @fertob

    Kalo menurut saya itu cukup realistis (dan ya!, saya memang idealis), jika dipandang dari sudut pandang kacamata saya ingin mematikan salah satu media paling utama dalam penularan HIV/AIDS dan beberapa penyakit kelamin lainnya. Pemberian doktrin “pake kondom biar aman” sama aja bilang klo freesex gpp asal aman dan caranya bener (sesimple itukah? otentutidak). Seaman apapun, yang namanya Freesex itu tetap beresiko. Ya memang kondom meminimalisir resiko, tapi seperti yg anda bilang, itu salah satu alternatif cara menghindari, bukan mematikan salah satu jalur penyebarannya. Realistis? ya, saya disini juga mencoba realistis, klo sudah ngebet, sempet gak kita buka dan pasang kondom? (ya ya ya, itu cuman butuh beberapa detik, tapi tetap saja, “karena rasa adalah segalanya” dan “waktu itu kenikmatan”)

    Menurut saya, Klo faham freesex itu sudah vanished dari pikiran kita, jangankan kondom, prostitusi juga mungkin bakalan tutup, orang-orang akan lebih menghargai dan memberikan “arti” pada hubungan seksual (ya, saya memang pemimpi!).

    Klo masalah pengalaman dilapangan, saya rasa anda yang lebih tahu bahwa pemberian doktrin moral dan agama gak mempan dalam satu dua kasus, bahkan untuk kasus freesex sekalipun. Tapi klo gak ada yang memulai, lalu kapan? nunggu sampek freesex itu legal dan kondom itu jadi bagian uang saku sekolah?. Klo bukan kita, siapa lagi? secara hanya sekelumit orang yg peduli, dan lebih sekelumit lagi yg mau bertindak. Terus terang kita butuh orang” seperti anda yg mau meluangkan “hidup” anda untuk membantu.

    Disini saia ndak menentang kampanye kondom, etapi saia cuman ndak sreg aja, karena kalaupun kampanye ini sukses, yang namanya seks bebas tetap akan menimbulkan banyak masalah. Dan kesuksesan kampanye ini bisa dibilang kesuksesan doktrin bahwa seks bebas secara aman itu gak pa pa… (meskipun saya tahu tujuan awalnya gak gitu) duh.. nggak banget deh..

    Maaf, ndak bermaksud offensive, just my personal opinion..

    Posted by nFath nyamar jadi iblis | Desember 2, 2007, 2:16 am
  11. agama sebetulnya jadi benteng tertangguh. tapi justru agama sekarang tidak lagi jadi benteng, soalnya yang menanamkan juga tidak bisa melakukannya dengan kuat, sehingga tanaman benteng itu jadi goyah dan akhirnya tercabut dengan mudahnya. makanya iblis aja bingung….

    Posted by yuki | Desember 2, 2007, 5:19 am
  12. SEMANGAT, Pak!

    Posted by suandana | Desember 2, 2007, 11:53 am
  13. @ pandu: em-el hanya untuk konsumsi orang dewasa, anak2 gak perlu tau😉
    @ Fertob: mas, kalo kondom hanya salah satu cara, kenapa harus semassif ini kampanyenya, melebihi kampanye stop aids itu sendiri.. dan lagi, data media elektronik menyebutkan, 57% penderita adalah remaja, penyebab utamanya itu karena jarum suntik narkoba dengan presentase 67%. jadi sangta tidak rasional, jika mengkampanyekan Stop AiDS dengan gunakanlah kondom agar tak terkena, padahal penyebabnya jarum suntik, welah dalah, gak nyambung.. SAma juga bo’ong. SAtu lagi, mAs, saya juga pernah mengkampanyekan Stop AIDS dan juga pernah bagi2kan kondom. Banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Sudahlah, kampanyekan kondom di kalangan terbatas saja, mereka2 yang siap menerima resiko HIV dan AIDS. Jangan kampanyekan pada mereka yang tak butuh.
    @ nFath: tenang, mas! gak usah keluarin golok, jangan anarkis!😉 Anda satu barisan dengan saya, coba cek tulisan anda, sudah layak jadi pakar tuh! wekekekekekekekek
    @ yuki: Makanya mas, kita beragama jangan sampe minus Tuhan, kenapa orang2 lantas meninggalkan ajaran agama hnnya karena perilaku tokoh Agama yang notabene manusia yang bisa salah, dan lantas kita salahkan agamanya!! itu payah namanya! jangan salahkan agama hanya karena kesalahan manusia. yang salah ya manusianya bukan agamanya. Mari beragama plus Kehadiran Tuhan, Insya ALlah gak bakal kecewa. dan.. biarkan iblis gundah..
    @ Suandana: sip pak!, saya jaga semangat kok!😉

    Posted by gempur | Desember 2, 2007, 1:46 pm
  14. lah kok yang buat pemerintah cuma terserah mas? kan mereka yang paling berkuasa😀

    Posted by mardun | Desember 3, 2007, 3:37 am
  15. @ mardun: bentuk keputusasaan atas budegnya kuping pemerintah yang terwujud dalam sikap aptis dan skeptis seperti saya ini. Kondom kok dikampanyekan di seluruh lini masyarakat! irrasional! Saya curiga ada konspirasi global dengan perusahaan KONDOM dan jaringan kapitalisme Global. *halah ngomomng opo to iki*

    Posted by gempur | Desember 3, 2007, 8:03 am
  16. Memang sih masalah freesex udah ngebahayain bgt. Karena, udah merambah ke anak2 SD. Apalagi sekarang para gadis dengan bangganya mengatakan dia sudah tidak virgin dan bagi cowk, kalo belum pernah ngelakuin sex berarti dia bencong. Kalo aku boleh saran, gimana kalo pak Ghofur ngebahas yang namanya komunitas homo. Coz akhir2 ini udah banyak orang yang berani mempublikasikan bahwa dirinya homo. Lagipula, ini bisa nyadarin anak2 muda seusia kita yang lagi menuju kesana.

    Posted by itoer | Desember 3, 2007, 9:15 am
  17. pak, aku setuju banget sama artikelnya.Ngapain sih kita “ngoceh banter2an”buat promosiin penggunaan kondom yang baik dan benar.Iya kalau promosinya di tempat yg benar dan juga tepat sasaran?padahal promonya juga di tempat terbuka yang nggak hanya dilihat oleh kalangan dewasa saja, APA MEREKA GA’ MALU YA PAK??.Misalnya saja dilihat sama anak SD yang lagi lewat APA ITU TIDAK MALAH MEMBUAT BOBROK MORAL DAN ETIKA GENERASI MUDA BANGSA INI??wis pak aku dah ga’ tau mesti ngomong apalagi untuk bangsa ini(cie…..sok bgt ya pak).

    Posted by sunil | Desember 3, 2007, 9:37 am
  18. pesenku, bagi pemuda-pemudi yang masih merasa lucu-muda-imut. tolong jangan lirik promosi-promosi kondom BAHKAN freesex. betulkan!!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by windi | Desember 3, 2007, 9:47 am
  19. Waah pak guru benar-benar sedang menggempur yaa…
    kaayanya saya pernah koment deh kok gak muncul **alasan**

    Pak, kayanya bukan seks bebas saja deh penyebaran virus HIV/AIDS itu. Ada juga si soleh/solehah terkena HIV gara-gara masuk ke dokter gigi. seperti penutupan Novee di komentar postinganku. Ada juga yang terjangkiti karena suaminya/isterinya yang selly, atau ada pula yang tidak suka free sex tapi suka nyuntik, dari situlah awal tragedi maut berawal dan berketurunan…

    Virus HIV/AIDS hanya satu sel berukuran nano, tapi dampaknya nano-nano… lebih bahaya dari terorisme…🙂

    Posted by Kurt | Desember 3, 2007, 9:58 am
  20. wah…bener bgt tu pak!
    aku setuju banget tentang pernyataan bapak yg klo kita jangan kampanyekan menggunakan kondom tapi hindari seks bebas!
    Klo menurut saya kondom bukanlah satu-satunya jalan untuk menghindari AIDS tapi kita harus jauhi seks bebas, kan kondom tidak steril kemungkinan kecil terjadi AIDS.
    Untuk para remaja semuanya jauhi yg namanya seks bebas,narkoba. Klo kamu semua jangan takut dibilang kuper, cupu, dll. Tp itu bukan salah satu jalan untuk kita tunjukin bahwa kita gak kuper, jalanya adalah tingkatkan terus kreatifitas kita dan prestasi kita.
    Pesan aku yg terakhir jangan jauhi orang2 pengidap AIDS tp jauhi yg bisa menimbulkan penyakit HIV/AIDS.
    Ok, tuk semuanya tetep berkarya selagi masih muda.

    Posted by sylvi | Desember 3, 2007, 10:05 am
  21. aids itu sakitnya seperti apa sih kok katanya mematikan, aku hanya ingin tahu tetapi gak pingin mau

    Posted by sisky adam maulana | Desember 3, 2007, 10:29 am
  22. Mengapa kebanyakan ODHA(Orang Dengan HIV/AIDS) kok malah dijauhin ama masyarakat??

    Posted by Wisnu | Desember 3, 2007, 10:47 am
  23. selamat bwt indo cz, dah jd prngkt prtma untk negara dengn pnngkatan penderita HIV/AIDS Trbsr d dunia…….

    Posted by nrizki xia2 | Desember 3, 2007, 11:41 am
  24. aku sech ingget ma tu hr but apa yg hrs aku lakuin?
    jd I just stay at home.

    maaf ya Pak!aku br liat your blog tudey.bwagussssss banget, pa lg isix bermutu abis.

    Posted by yundha | Desember 3, 2007, 12:04 pm
  25. tapi mau diapain juga, HIV memang penyakit yang berbahaya dan kita sebagai orang yang gak kena HIV harus mencegah HIV tersebut dengan hidup secara sehat dan mengamalkan nilai-nilai agama!

    Jadi kita pun bisa menekan angka penderita HIV di Indonesia, bahkan tidak mustahil menjadi role model bagi penekanan angka penderita HIV di dunia

    Posted by nico kurnianto | Desember 3, 2007, 3:18 pm
  26. Aneh benar

    Posted by gempur | Desember 4, 2007, 8:50 am
  27. adu…… kasian gakatau apa arti dari AIDS….
    kasian deh……..

    tapi aq juga gak tau apa arti dari AIDS jadi sama deh……………………………………………

    Posted by cicit^cewex^segi | Desember 4, 2007, 9:14 am
  28. Ya ampun, bahkan penyebaran AIDS sampai di gedung bergengsi Bioskop 21?? Gilla yang berbuat kayak gtu!! tapi emang blum kebukti kan pak??

    Posted by AdI RaNo | Desember 4, 2007, 12:33 pm
  29. Lho Pak, Aids kan sudang meladang di negeri ini. Cara penyebarannya dengan seks bebas, salah satunya. Terus kenapa Pemerintah malah dengan bangganya membagikan kondom gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Bukannya itu justru memacu kita untuk melakukan seks bebas ? Apa yan dipikirkan sang Pemerintah ? padahal kondom terbukti tidak mengatasi atau membasmi apa yang disebut virus AIDS.

    Posted by fuad syamee | Desember 4, 2007, 1:02 pm
  30. saya juga blum tahu kok arti AIDS bos, jadi kita senasib.

    Posted by hilman | Desember 4, 2007, 6:21 pm
  31. selamat memperingati hari aids

    Posted by aLe | Desember 5, 2007, 3:54 am
  32. huhui…

    trekbekku kok ra nyampe yoooo???

    Posted by chiw | Desember 5, 2007, 2:31 pm
  33. Mantap!!asyik2 pak!kalo bisa dikasih ciri-ciri ama sebabnya AIDS itu kenapa pak..biar anak-anak lebih detil tahunya.;-)

    Posted by angez | Desember 6, 2007, 9:54 am
  34. Pak, katanya virus HIV/AIDS sekarang uadah bermutasi.Mereka lebih hebat sekarang.Meski ada promosi gencar-gencaran pake kondom,sekarang kondom itu belum tentu bisa cegah penularan virus AIDS. Dari informasi yang saya dapat, virus AIDS ukurannya lebih kecil dari pori-pori kondom.
    Saya dukung kampanye anti-free seks!..No cry, no free seks!;>

    Posted by angez | Desember 6, 2007, 10:01 am
  35. Woaow artikelnya panjang sekali. saya sampe agak gak mudeng. Intinya siip. Perbaikan moral untuk mencegah AIDS, iya gak ya?!!!

    Posted by Balladona | Desember 6, 2007, 8:05 pm
  36. TOLAK KAMPANYE KONDOM NASIONAL!!!

    Posted by deT | Desember 7, 2007, 6:21 am
  37. @all:kondom dibuat demi keselamatan kita……..
    tapi jangan salah gunakan donk …….
    kondom bukan permen karet ato balon …..
    kondom itu penyelamat nyawa kita dari AIDS
    biar aza orang yang suka free sex itu suatu saat mereka bakal sadar bahwa itu hanya kenikmatan sementara aja!!!!!

    Posted by KaKaShI | Desember 10, 2007, 11:48 am
  38. Aku lom kena AIDS loh….

    Kena AIDS itu rasanya gimana sech pak???

    Posted by Tha_Mam | Desember 11, 2007, 1:46 pm
  39. waduw pak artikelnya tuh panjang banget ampe bingung bacanya. tapi sejauh mata membaca. he…..he. artikelnya bagus dan cukup menarik apalagi udah cukup banyak yang terserang AIDS. se tahu saya di indonesia yang terkena aids kebanyakan adalah yang ngedrugs

    Posted by gadhang | Desember 21, 2007, 7:43 am
  40. sip pak aq dukung artikelnya

    Posted by danazero | Desember 21, 2007, 7:53 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: