//
you're reading...
Aktifitas

Awas Bagi yang Jantungan dan yang Capek Miskin!

Minggu siang saya dikejutkan oleh sebuah kupon yang dibawa oleh salah seorang teman saya. Sengaja saya minta datang ke rumah untuk membantu saya kirim komputer pesanan rekan yang sudah tak sabar menunggu sejak tiga hari sebelumnya. Setelah salam, langsung nyelonong dan tanpa ba bi bu langsung mengeluarkan dompet dan bilang: ”jangan ngomong siapa-siapa ya, mas! Cukup sampeyan saja yang tau!” Tangannya mengulurkan kupon yang dilaminating bertuliskan: ”Selamat Anda beruntung mendapatkan 1 unit Mobil Toyota Avanza”.

Terus terang, di luar kesadaran, saya terkejut setengah mati, juga berharap dalam hati, kok bukan saya yang mendapatkannya [Mode -kere- sedang kaget lagi: On]. Saya tanya ke teman saya, ”Dapat dari mana?” ia jawab singkat, ”dari dalam bungkus kemasan Rinso”. Belum selesai saya terkaget-kaget, ia langsung mengeluarkan dua buah kupon lagi berisi sama, dua kupon terkahir juga dapat mobil. Spontan terlontar, ”wah, kamu dapat 3 mobil dong!”.

Kemudian teman saya ini menjelaskan kronologinya, tret tet tet .. singkat cerita, ia meragukan kupon tersebut dengan banyaknya kejanggalan. Pertama, semudah itunya 3 kupon langsung ia dapatkan di area satu gang kecil kampung yang semua dapat mobil. Kedua, cetakan kupon yang hasilnya kasar seperti print out biasa yang dilaminating, bukan barang cetakan. Ketiga, ada satu kupon yang setelah terkena air ternyata luntur meski sudah dilaminating. Keempat dan seterusnya, saya lupa teman saya ngomong apa saja.

Spekulasi pikiran memainkan peranan yang menghasilkan poin berikut,

Pertama, jika benar ini adalah penipuan, maka yang bermain di sini bisa jadi orang dalam mengingat kupon yang ditemukan berada dalam kemasan yang tertata rapi seperti keluaran pabrik. Seperti pengalaman teman saya yang satunya yang mendapat ’surat yang seolah resmi’ dari pihak teh botol sosro yang memberitahu kalau teman saya ini beruntung mendapat mobil dan segera diminta menghubungi pihak tertentu dengan menyetorkan sejumlah uang untuk pembayaran pajak dll.

Kedua, jika bukan orang dalam, maka bisa jadi deterjen yang beredar di pasaran dipalsukan dan diberi kupon untuk menipu konsumen. Untuk yang satu ini, kita perlu waspada dengan produk yang kita pakai, berbahaya apa tidak. Mengingat pemalsuan produk sedang marak-maraknya.

Dari serangkaian diskusi singkat yang kami lakukan, menghasilkan beberapa himbauan seperti tertuang berikut ini,

Kepada pelaku, sadarlah, perilaku anda sudah menyimpang, jalan halal masih banyak. Sesama orang kere [baca: miskin] jangan saling menipu. Gak ada berkahnya rejeki yang anda terima. Masyarakat sadar, kita semua sudah capek miskin dan dimiskinkan. Terutama saya, capek diiming-imingi kejatuhan rembulan dari langit.

Kepada masyarakat, jika anda seperti saya yang jantungan dan capek miskin, segeralah mencari orang yang normal dan rasional untuk berfikir lebih realistis dalam menyikapi kekagetan anda. Agar langkah yang anda ambil tidak emosional yang berbuntut kita semakin miskin.

Kepada produsen, sering-seringlah lakukan pendidikan bagi konsumen untuk tidak tertipu dengan hal-hal yang seperti ini.

Terakhir, kepada teman saya, terima kasih telah berbagi kekagetan yang awalnya dari kampung anda, kini kekagetan miskin itu sudah nangkring di blog saya. Kepada pembaca, silakan berbagi pengalaman dan info sejenis, juga berbagi senyum atas jantungan dan capek miskin saya.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

21 thoughts on “Awas Bagi yang Jantungan dan yang Capek Miskin!

  1. Baru aja mau ngucapin selamat sama pak ghofur, ealah ternyata cuma bohongan.Sukses pak artikelnya bikin jantungan.

    Posted by sunil | Desember 10, 2007, 8:52 am
  2. Bener pak, Nih dunia udah gila. Apa aja dilakukan demi uang.
    Dulu pak aku pernah dibuat shock sekaligus menangis bahagia [hiperbol] haha….nih kronologinya.

    …Pak pos datang kerumah menyerahkan surat tertutup beramplop coklat [rada aneh memang] kayak surat lamaran pekerjaan.
    didalamnya berisi 4lembar kertas, berisi pemberitahuan dapat hadiah mobil [waktu itu hyundai], potongan kartu pos yang tertulis nama ku, dept sosial dan lembaga notaris yang menangani program itu, trus terakhir rincian siapa2 yang lain dpt mobil dan prosedur pengambilannya.

    Kontan aja kan shock berat melanda, tapi pada akhirnya berujung pada kekesalan dan umpatan2 kecil untuk pelaku yang kurang kerjaan.

    Yang perlu dipertanyakan, bagaimana bisa kartu pos itu disalah gunakan? apakah kartu pos itu tak sampai ke tujuan, atau kartu pos itu setelah program berakhir dibuang lalu dimanaatkan oleh orang-orang “kreatif”. entahlah…
    semoga yang ngerjain aku sampai dua kali dg kedok “dapet mobil” segera bertaubat dan tenang di sisi-NYA. [halah]…

    Pesan untuk semuanya, “jangan berharap banyak dapet mobil dg pemberitahuan lewat media apapun”.

    Posted by dj [anuar] | Desember 10, 2007, 9:13 am
  3. penipu – penipu Indonesia sangat berkualitas. Taapii sayang koq ya yang berkualitas itu bidang penipuan,,,,????
    Kualitas SDM indonesia masih rendah,berdasarkan penelitian PBB, sekarang kita sudah kalah dengan malaysia, Singapura, vietnam dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan.
    Kapan ya… Indonesia maju, perasaan dari dulu berkembang teruss kapan majunya????/
    ayooo temen-temen khususnya XII A 2, sama-sama kita dorong negri ini supaya maju…..

    Posted by vinncentius harry irw | Desember 10, 2007, 9:19 am
  4. Wah…wah…andaikan saja itu benar, mungkin bapak juga kecipratan kali ya…!

    Posted by Novi | Desember 10, 2007, 9:22 am
  5. ngomong2 tentang tipu-menipu, aku dulu pernah di tipu orang dapat hadiah berupa voucer makan kolek pisang selama 2 bulan gratis. Tapi aku harus bayar Rp 20 000,- karena aku ga suka makan kolek, tuh hadiah ta kasikan Yiyin klistafani bahkan ia dengan berani menggantinya Rp 100 000,- dasar Yiyin yang rada T_L_L maunya ditipu orang.
    klo leh tau napa sih dia koq bela belain dapet kolek pisang kaya gitu. Knapa yachhh???
    apa mungkin ada yang spesial sama kolek pisang???ato kolek yang ada pisang nya…..buat Yiyin harus balezzzz

    Posted by vinncentius harry irw | Desember 10, 2007, 9:31 am
  6. Sama dengan kasus temannya ayahku. Dia ketipu dapat mobil di dlm bungkus Rinso. Lalu dia diminta uang pajak, karena gak punya uang dia utang sama saudaranya tanpa menjelaskan untuk apa uang itu. Setelah diberikan kepada si penipu uang itu gak kembali dan tidak dapat mobil.

    Posted by sisky adam maulana | Desember 10, 2007, 10:31 am
  7. sama seperti aku donk. kemarin aku dapet SMS undian berhadiah. katanya aku dapet 50 juta atas nama telkomsel, tapi aku lihat pengirimnya bukan dari telkomsel, jadi aku ga’ tertipu. siapa sih yg bisa ketipu kalo’ pengirimnya udah ketahuan. yang sampe’ ketipu berarti dia lebih BEGO dari Mr. Bean. Hehehe….

    Posted by kingdion | Desember 10, 2007, 10:48 am
  8. Ada2 saja gaya orang menipu. Heran saya kok nggak ada kapok2nya ya, Pak, para penipu kayak gitu:mrgreen: Modus operandinya tertata rapi. Yang caoek miskin, *halah* pasti bener2 bisa kepincut, Pak, hehehehe😆

    Posted by sawali | Desember 10, 2007, 7:51 pm
  9. Lama hidup miskin di dunia membuat orang melakukan apa saja buat sembuh dari penyakit miskin.
    Tapi meski kekayaan yang didapat tapi hati gak tenang
    jadi lebih baik miskin tapi tenang daripada dikejar-kejar dosa.
    Kalo gak merasa mungkin udah kebanyakan dosa

    Posted by rizky | Desember 11, 2007, 11:55 am
  10. pak,, disini bau deterjen! (apa hidungku ya yg error?!)

    Posted by LiiLaa | Desember 11, 2007, 4:15 pm
  11. Mas Thank’s sarannya. semoga pengalaman saya jadi pelajaran buat teman-teman smua yang nantinya bakal dapet mobil.

    Posted by Schneidig | Desember 11, 2007, 4:49 pm
  12. Yang dialami teman bapak juga dialami kakak sepupuku dan tanteQ. Kedua kupon itu di dapat dari rinso dan hadiah kedua kupon itu juga mobil. Pertama2, satu keluarga langsung kaget. Tapi setelah diperiksa dan ditanyakan, teryata itu cuma palsu.

    Jadi, sekarang kita harus lebih berhati-hati lagi dengan segala undian yang ada.

    Posted by sanTi | Desember 12, 2007, 12:10 pm
  13. wis, pokoknya kita harus berhati-hati sama kupon berhadiah.. Kalo perlu telpon langsung aja ke costumer servise yang ada di pembungkus produk unilever bukan yang ada di kupon

    Posted by Anas | Desember 13, 2007, 7:43 am
  14. wah bahaya itu pak….penipuan semakin marak!!!

    Posted by nelson | Desember 13, 2007, 7:59 pm
  15. Hahahaha…
    Waktu baca artikel ini bukannya malah prihatin/ikut sedih, malah jadi ketawa2 ndiri. Lucu, masa pengalaman dari kampung orang bisa sampe ke blog Mr.Ghofur^_^ Mungkin mreka2 yang brani melakukan penipuan dah bener2 kepepet. SDM mreka kurang bagus & lahannya mencari uang juga sempit. Makanya sampe brani bikin ulah.

    Posted by Ni Luh | Desember 14, 2007, 7:49 am
  16. aku cuma bisa bilang “dimana ada kesempatan untuk melakukan sesuatu disitulah adanya setan yang bisa memberikan masukan yang menyesatkan”

    Posted by imuya | Desember 14, 2007, 10:05 am
  17. menarik juga modusna!
    Perlu banget tuh ditiru
    Copy dari sini teyuz Paste di dunia nyata
    bisa dapet bejuta-juta khan ?
    misal pajak 5% tapi hargana mobil tuh ampe 100 juta,
    kan bisa dapet 5 juta. wkwkwkwk.

    gimana ARTERII?
    ga’ ada yang maw nyoba?

    Posted by DESECRATION | Desember 14, 2007, 10:41 am
  18. Tipuan jitu.. untung ketemu sama kang gempur! sehingga langsung di gempur sana-sini dan selamatlah dari tipuan ..🙂
    terima kasih sudah membagi info, jangan2 besok di tempatku.. wah pernah teman saya yang jadi wakil kepala sekolah hampir saja transfer gara2 sms dapat mobil.. untung ada guru honorer yang melarang akhirnya selamatlah sang wakil kepala sekolah itu..🙂

    Posted by Kurt | Desember 14, 2007, 6:06 pm
  19. miskin…

    yang nipu tuh miskin juga kalee pak, mangkane nipu..

    Posted by hanna | Desember 15, 2007, 7:49 pm
  20. Wah padahal kalau beneran asyik juga tuh pa sayang ya cuma penipuan, makin banyak aja orang yang mencari kekayaan dengan cara tidak bener
    salam kenal ya pa

    Posted by hendriadi | Desember 30, 2007, 5:36 pm
  21. your post is really informative,and i like your post alot.Thanks a lot for sharing such a useful information.

    Posted by Marketing Dissertation Proposal | Juli 4, 2011, 10:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: