//
you're reading...
Sajak Gelap

PERJALANAN

Dentang lonceng menandai kudusnya malam
Senandung pujian bergema. Berucap panjaga Tuhan:

"Dengan nama keilahian manusia, hentikan pertumpahan darah, hentikan nafsu amarah merajalela. Atas nama perdamaian dan kemanusiaan, sebarkanlah pesan Tuhan ke bilik-bilik terkecil derita manusia yang hina dan terhina. Demi kesucian Tuhan, basuh dan sucikanlah jiwa-jiwa yang merana terbuang, lepaskan mereka dari kubangan lumpur hidup dan pancarkan sinar terang",

Masih terdengar nyanyian itu
Masih pula retorika suci itu menusuk ulu hati
Seperti khutbah-khutbah jum’at di masjid yang kering
Melambai-lambai di angkasa tak pernah menghinggapi kesadaran bumi
Masih saja terngiang-ngiang mengumandang
Menyusup ke lorong-lorong, kampung-kampung kumuh, pinggir kali dan tepian sampah
Menjelajahi selimut malam yang nyenyak terlena Menjelang tengah malam

Di sebuah dipan reot
Di sebuah trotoar kotor dan sepi Wajah isa hadir
Tertunduk sayu meninabobokan seorang bocah yatim kurus dan dekil yang tertidur di pangkuannya
Menghibur gelandangan yang gelisah menyesali hidupnya Bersama sejuta malaikat sejuta rahmat

Muhammad mengetuk pintu hamba yang meratap terisak dalam do’a
Membasuh peluh pekerja yang lelap dilena lelah
Memberi penawar umatnya yang terjebak dosa
Isa Muhammad hadir
Menemani mereka yang diburu dosa dan kematian
Bersemayam di hati yang teriris terluka
Menuntun mereka ke padang cahaya

 
Isa Muhammad ada…
Jauh dari keramaian
Jauh di kesunyian
Berkhalwat di kegelapan malam
Di gua-gua persembunyian hati manusia

Condongcatur, 29 Desember 1999

 

Catatan: 

Beberapa hari terakhir ini, saya lebih banyak aktifitas dadakan yang menjadikan sulit untuk menulis artikel. Akhirnya, saya putuskan untuk me-re-born sajak-sajak yang pernah saya tulis sekitar 7 tahun lalu. Teringat kata teman saya, "Percuma buat sajak dan puisi kalo hanya untuk dibaca lantas dikagumi sendiri. Orang tak pernah tau hasil karya kita. kalo mbuat trus dibaca sendiri, tertawa sendiri, menangis sendiri, itu namanya ‘masturbasi’.. hahahahahahaha".

Demikian kata teman saya waktu itu. Karena itulah, dengan segenap keberanian, saya luncurkan kembali sajak-sajak saya yang lebih sering menguap bersama angin dari pada menjadi tulisan.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

15 thoughts on “PERJALANAN

  1. klo yang ini lebih salut lagi…
    menusuk dalem banget sampe ke hati yang terakhir…
    wah wah jadi gak sabar baca yang laennya pak…
    suami saya kaya bapak nggak ya besok>???
    klo iya pasti seneng banget tiap hari di buatin sajak2 cinta ato puisi..
    ya doakan saja hehehe

    Posted by risky indah | Desember 28, 2007, 2:51 pm
  2. Muncul bermacam interpretasi di kepala saya…

    Posted by Praditya | Desember 28, 2007, 3:02 pm
  3. @ Risky indah: biasa sahaja kok..
    @ Praditya: yup, silakan pilih yang mana.. hehehehehe.. maaf jika membuat bingung…

    Posted by gempur | Desember 28, 2007, 3:44 pm
  4. ehm…..saya bingung….?_?
    maksudnya apa????trus yang ingin di ceritain itu Isa apa Muhammad?

    Posted by desi k | Desember 28, 2007, 7:54 pm
  5. wah bener kata temen sampean itu, lha ini baru puisi 7 tahun yang lalu, berarti sekarang sudah menumpuk banyak donk, selamat menuangkannya dalam tulisan biar ndak menguap! heehehe…

    Posted by peyek | Desember 28, 2007, 9:43 pm
  6. Meski telah ditulis 7 atau 10 tahun yang lalu, teks sastra (termasuk puisi) tetap saja menarik untuk dibaca, Pak. Teks sastra itu kalo menurut saya bersifat unoversal kok, bisa dinbaca kapan saja dan di mana saja.
    BTW, agaknya Pak Gempur lebih suka menulis puisi naratif, ya, Pak. Bagus juga nih, saya suka itu.

    Posted by sawali tuhusetya | Desember 29, 2007, 5:17 am
  7. Isa Muhammad ada…
    Jauh dari keramaian
    Jauh di kesunyian
    Berkhalwat di kegelapan malam
    Di gua-gua persembunyian hati manusia

    ah masa’ c? Aq kq g ngerasa. Halusinasi bapak aja kale yang berlebihan. Hwhwhahaha……

    Isa Muhammad hadir
    Menemani mereka yang diburu dosa dan kematian
    Bersemayam di hati yang teriris terluka
    Menuntun mereka ke padang cahaya

    Biarin aja orang yang banyak dosa terancam kematian.
    Masa’ orang korupsi/pencuri qt temani n qt dukung.
    G’ bgt dech…

    Posted by the reader | Desember 29, 2007, 9:52 am
  8. Pak..Pak.. Bapak ini kok pinter banget buat sajak dan puisi yang indah banget to ya… Caranya gimana sih, pak? Jadi pengen nih…

    Posted by friday | Desember 29, 2007, 2:53 pm
  9. @ desi k: kalo bingungan cari cagak buat pegangan.. hehehehe
    @ peyek: makasih mas!
    @ sawali: puisi naratif sangat ekspressif, pak! lebih membebaskan sang kreator karena sedikitnya aturan dan kredo penulisan.. Maksude menutupi diri dari kebodohan dalam menulis puisi.. pastinya jelas njenengan yang lebih qualified..😉
    @ the reader: hahahahahaha.. halusinasi.. lama tak mendengarnya
    @ friday: belajar menulis yang rajin.. *Mode sok keren ON* hahahahaha

    Posted by gempur | Desember 30, 2007, 6:58 am
  10. wah, saya belum pe-de buat menampilkan tulisan-tulisan dari sekian tahun yang lalu… terlalu… gimanaaa gitu…🙂

    Posted by suandana | Desember 30, 2007, 12:20 pm
  11. Lebih aneh lagi masturbasinya bareng-bareng. heheheh..

    ————
    Beginilah sang guru kreatif. Meski sibuk tak kehabisan akal. Saya bisa membayangkan jika saja di kelas pasti rame kelas itu. Tidak ada ide itu tak ada dalam kamus pak Gempur…

    selamat bertempur di akhir tahun dan di tahun baru…

    Posted by Kurt | Desember 30, 2007, 8:27 pm
  12. @ Suandana: jangan merendah begitu pak! yang mellow sekali pun gak papa kok pak! gak perlu malu.. hehehehehehe

    @ Kurt: Kedatangan anda ke sini sungguh menyejukkan di tngah badai kegelisahan saya.. makasih pak Kurt atas pujian2 yang tak pantas anda sematkan pada saya.. hiks.. jadi terharu..

    Posted by gempur | Desember 30, 2007, 9:09 pm
  13. sebelum ada Isa & Muhammad
    hanya ada ayah & ibu
    tiada tendensi tiada kultus tiada ritus
    kesejatian manusia senyatanya
    sejatinya semua manusia sama

    Posted by tomy | Januari 9, 2008, 10:07 am
  14. WIh Keren Pak!

    Posted by echo | Januari 29, 2008, 3:37 am
  15. Buildings are quite expensive and not everybody can buy it. However, mortgage loans was created to help different people in such hard situations.

    Posted by Ayala34CHARITY | September 6, 2011, 4:34 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: