//
you're reading...
Blogging

Mengkoleksi Ide, Merumuskan, dan Mengimplementasikan

apa idemu?

Beberapa hari terakhir ini terjebak pada banyaknya sekumpulan ide liar yang lalu lalang. Entah kenapa Tuhan begitu memberi banyak karunia dalam bentuk percikan-percikan ide baik dalam berkegiatan sosial maupun berkegiatan ekonomi. Sayangnya tak semua ide tertampung dengan baik karena memang keterbatasan manusiawi yang tak mampu merekam semua itu. Entah karena intensitas kegiatan yang tinggi entah juga karena kemalasan. Yang pasti ide-ide itu seringkali muncul begitu saja.

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar ide-ide yang datang tak begitu saja menguap hilang antara lain:

  1. mencatatnya dalam agenda, sayangnya saya dan sebagian besar manusia Indonesia tak memilikinya๐Ÿ™‚
  2. menjadikannya status di facebook dan twitter, sayangnya tak semua orang ingin idenya dikonsumsi publik dan dibajak oleh orang lain, tapi kalau anda menganggap ide itu anugerah Tuhan dan hak cipta milik Tuhan, maka status facebook dan twitter anda layak dijaidkan tempat mengkoleksi ide
  3. mencatatnya di perangkat mobile, ini bisa dilakukan oleh siapapun dengan hp apapun. Bisa dalam bentuk draft sms, bisa dalam bentuk catatan menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada di perangkat mobile yang anda miliki. Kebetulan hal ini yang beberapa kali saya pakai meski jarang juga.๐Ÿ™‚
  4. menyampaikan kepada teman yang bisa dipercaya, ini yang paling sering saya lakukan, “memuntahi” orang-orang di sekitar saya dengan ide-ide, karena pada dasarnya mereka adalah “alert” yang baik dan selalu memberi “notification” pada saya kapan pun di mana pun saya berada.๐Ÿ˜€
  5. menyimpannya kuat-kuat di ingatan, biasanya ide yang tersimpan kuat di ingatan itu adalah ide yang menjadi hasrat terkuat untuk segera dirumuskan dan diimplementasikan.

Ide-ide yang tercecer tersebut, baiknya dikelola dengan sebuah “tool” yang bisa mengingatkan kita setiap saat. Itu idealnya, kalau ‘ndak’ ingin ideal ya jalani saja hidup mengalir begitu adanya. Ide-ide yang terkumpul pada “kotak ide” segera dibuat kalisifikasinya dan skala prioritas mana yang akan dieksekusi. Kalau sudah tersusun skala prioritasnya, maka prioritas tertinggi lah yang akan menjadi ‘action’ untuk dicari rumusan-rumusannya.

Rumusan yang dibuat untuk sebuah ide melingkupi dari awal hingga akhir proses implementasi ide termasuk proses evaluasinya dan langkah lanjutan pasca evaluasi. *halah, lah wong idenya sederhana aja kok ribet sampe bikin SOP segala*๐Ÿ˜€

Implementasi dari sebuah ide tergantung pada rancangan rumusan yang telah dibuat dan sejauh dan sekuat apa komitmen untuk mewujudkan ide tersebut. Kalau komitmen untuk mewujudkan ide tersebut tak sekuat aliran energi dan potensi yang ada maka akan kembali ke titik nol. Blank. Dan ini seharusnya sudah tercermin pada penyusunan skala prioritas. Hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk eksekusi ide ini adalah konsistensi untuk terus mengevaluasi setiap proses yang terjadi. Dengan adanya proses evaluasi di setiap proses, maka ide tersebut dapat dipastikan tereksekusi dengan baik.

Demikianlah kira-kira apa yang bisa saya ‘obrolkan’ hari ini di situs ini, berikutnya melangkah ke ‘obrolan’ di tempat lainnya.๐Ÿ˜‰

Ada saran atau ide buat saya?

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

5 thoughts on “Mengkoleksi Ide, Merumuskan, dan Mengimplementasikan

  1. Saya termasuk orang yang menukiskan ide pada secarik kertas yang biasaya selalu saya bawa buku kecil atau apapun yang bisa ditulis..bahkan sampai terkesan mbelangkrah tulisan-tulisan gak genah..yang kdang kalau dibaca ulang..ide ini berlalu begitu saja tanpa action…

    kemudian saya sedikit tercerahkan dengan tulisan ini :

    http://dailysocial.net/2012/02/17/tak-ada-yang-peduli-tentang-ide-anda-bahkan-ibu-anda-sendiri/

    Yah bersyukur masih diberi inspirasi untuk mendapatkan ide…hanya yg membedakan,…kapan eksekusinya? itu memang susah-susah gampang๐Ÿ™‚

    Posted by MdarulM | Februari 22, 2012, 7:51 am
  2. bagaimanapun juga, saya harus terimakasih pada Mas Ghofur karena posting ini. maturnuwon mas, saya bisa introspeksi diri

    Posted by adhe goblog | Februari 24, 2012, 12:56 am
  3. Keren Mase Guru masukan dan nasehatnya ya๐Ÿ™‚

    Posted by Cece | Maret 13, 2012, 10:38 am
  4. Kalau saya biasanya malah saya pendem, truz tulis di facebook

    Posted by Mas Jamal | Maret 18, 2012, 10:05 am
  5. Saya kecipratan gak ya ide gilanya?๐Ÿ˜€

    Posted by Anas | Maret 18, 2012, 6:58 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: