//
you're reading...
Budaya

Batik Khas Madura

BATIK KHAS MADURA

Batik Khas Madura, frasa yang menjadi begitu akrab di telinga bersandingan dengan frasa Batik Tanjung Bumi pasca Blogilicious 2012 di Bangkalan, Madura, tanggal 7-8 Juli 2012. Frasa ini terlontar saat sesi blogpreneur yang disampaikan oleh Kang Toto, sang peternak kambing etawa.ย Batik Khas Madura mulanya dilontarkan oleh pak Slamet yang menanyakan bagaimana caranya Batik Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura terkenal di dunia melalui internet dan memberi berkah bagi pengrajin dan pedagangnya.

Batik tulis khas madura menjadi bahan pembicaraan di komunitas plat-m yang merupakan pelaksana kegiatan Blogilicious 2012 setelah menjadi salah satu topi bahasan di materi SEO yang saya sampaikan. Ini yang saya sukai dari even tahunan yang diselenggarakan oleh IDBlogNetwork. Selalu ada hal yang bisa dilakukan secara kolaboratif berjamaah untuk kebaikan.

Meski sebenarnya di mesin pencarian sudah populer dan banyak situs yang mengulas batik Madura, akan tetapi sepertinya butuh effort lebih untuk menjadikannya lebih populer di masyarakat karena sugesti pencarian untuk batik khas daerah masih dominan Yogyakarta, Pekalongan, Solo, dan Bali.

BATIK TANJUNG BUMI

Pertanyaan dari salah satu peserta Blogilicious 2012 terkait dengan upaya mempopulerkan batik tanjung bumi sebagai salah satu batik andalan Madura ini menjadi tantangan bagi setiap blogger yang memiliki keterkaitan secara emosional dengan Madura. Pertanyaan yang wajib dijawab oleh siapapun saja yang merasa blogger dan yang cinta produk budaya Indonesia.

Batik khas Madura yang berasal dari Tanjung Bumi seperti halnya batik-batik di daerah lain memiliki kekhasan dan keunikannya sendiri. Baik dari corak warna dan motifnya. Berdasarkan penuturan dari salah seorang pedagang batik tanjung bumi yang mengisi stand blogilicious 2012 di Bangkalan, saya mendapati bahwa memang batik Tanjung Bumi yang dipajang di stand pameran bahan dasarnya halus dan nyaman saat dikenakan.

Masih berdasarkan penuturan penjaga stand batik Tanjung Bumi, bahwasanya warna kain batik tulis Tanjung Bumi akan semakin cerah warnanya meski makin berumur, asalkan mengetahui cara mencuci dan menyetrika serta menyimpannya. Sayangnya, saya tak sempat menanyakan caranya tersebut. Belum lagi proses pembuatannya yang dilakukan secara manual tahap demi tahap. Bagiamana membentuk pola dan motifnya sebelum canting berisi cairan malam yang dipanaskan itu ditorehkan ke kain putih. Belum lagi proses bagaimana meramu bahan-bahan alami untuk pewarnaan kain.

Menarik untuk dilanjutkan mengupas Batik Madura lebih dalam lagi mengingat batik merupakan warisan budaya dan sejarah bangsa Indonesia yang wajib untuk terus dilestarikan keberadaannya. Pada lain tulisan dan kesempatan, saya akan coba mengulas terkait hal-hal tenis pembuatan batik khas Madura ini. Semoga masyarakat dan pemerintah daerah bersinergi untuk menjadikan batik sebagai busana kebanggaan Indonesia.

Anda blogger? Anda orang Madura? Anda orang Indonesia? Sempatkan dan luangkan waktu dan pikiran anda untuk menulis tentang Batik Indonesia, meski hanya satu saja.

Untuk semua yang terlibat dalam penyelenggaraan Blogilicious 2012 di Madura, saya ucapkan terima kasih. Khususnya pada Plat-M Komunitas Blogger Madura dan IDBlognetwork serta para sponsor.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

3 thoughts on “Batik Khas Madura

  1. Wuiihhh… sangarrrr.. peringkat 1..๐Ÿ˜€

    flashdisk melayang dehh..๐Ÿ˜€

    Posted by TreTans.com | Juli 10, 2012, 3:19 pm
  2. Sundul gan๐Ÿ™‚
    Semoga Batik dari Madura mampu memberi warna Indonesia lebih cemerlang

    Posted by xitalho | Juli 11, 2012, 12:11 am
  3. @xitalho: Amin… Mudah-mudahan kang. Ayo bantu sundul dengan bikin tulisan.๐Ÿ˜€

    Posted by aghofur | Juli 11, 2012, 12:28 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: