//
you're reading...
Budaya

Refleksi Surabaya ke 720

Aku ingin menuliskannya, tapi belum sempat juga untuk tuntas karena seperti begitulah kenyataannya, selalu ada batas.

Surabayaku di masa aku tumbuh besar bersamanya, mungkin berbeda dengan keadaan yang sekarang. Untuk tetap mengenangnya, rangkaian tulisan ini untu kicauan pendek-pendek di twitter, tapi apa salahnya bila kurangkai menjadi satu tulisan di blog.

Untuk memperingati hari jadi Kota Surabaya yang ke-720, berikut ini rangkaian twitku.

1. Aku lahir tumbuh besar di kampung kota dgn tradisi yg keras dan kasar tapi penuh kejantanan -tak licik penuh muslihat- #Surabaya720

2. Di usiaku yg mgk TK, aku belajar ucapkan JANCUK di depan teman2ku, alhasil, tamparan mendarat di pipi buah tangan bapakku #Surabaya720

3. Aku tumbuh besar di lingkungan di mana kejantanan diumbar vulgar, DUEL sebagai penyelesaian masalah laki2 kerap di dpn mata #Surabaya720

4. Bapakku pernah bilang: “JANTAN itu duel satu lawan satu, bukan keroyokan, teman2 menjadi penonton dan wasit” #Surabaya720

5. Menginjak remaja, teman mainku terusir dr kampung krn mencuri uang mbahku, meski kata orang, kampungku kampung maling #Surabaya720

6. Jagoan jangan di kampung sendiri, jadilah jagoan di kampung seberang, demikian kata bapakku #Surabaya720

7. Teman SD-ku yg begitu amat baik padaku, dua kali masuk penjara dg 1 korban cacat seumur hidup, 1 meninggal « DUEL #Surabaya720

8. Kotaku mengajarkan penyelesaian masalah laki-laki secara jantan, bukan pengecut. #Surabaya720

9. Bapakku mengajariku, jadi jagoan itu tak perlu umbar kata kasar, jika terpaksa kasar, mainkan dg total #Surabaya720

10. Jangan tanyakan soal solidaritas, kotaku mengajarkan totalitas, meski bagi kebanyakan orang, kelewat batas #Surabaya720

11. Adikku menghajar lelaki muda brengsek di depan bapaknya di dalam rumahnya hny utk sebuah ketulusan pertemanan #Surabaya720

Masih banyak yang belum kutuliskan tentang Surabaya di era aku tumbuh bersamanya.

About Gempur

Saya manusia biasa tapi punya mimpi luar biasa

Diskusi

2 thoughts on “Refleksi Surabaya ke 720

  1. belum genap setahun, aku pindah domisili ke kota yang kini sangat kucintai dan kuhayati ini, padahal rencananya setelah kawin balik kampung ke ponorogo. tapi rupanya kompromi terbaik adalah membeli sepetak rumah 120 meter yang harganya bisa dipakai membeli 5.000 meter tanah di kampung asalku ponorogo sana. #Surabaya720 #keren #horangkayah

    Posted by Budiono | Mei 31, 2013, 6:27 pm
  2. Memang mantab mas budi ini, #horangkayahseduniah😀

    Posted by aghofur | November 22, 2013, 4:34 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: